Profile Devy Ernis

Devy Ernis

Bergabung dengan Tempo sejak April 2014, kini staf redaksi di Desk Nasional majalah Tempo. Memimpin proyek edisi khusus perempuan berjudul "Momen Eureka! Perempuan Penemu" yang meraih penghargaan Piala Presiden 2019 dan bagian dari tim penulis artikel "Hanya Api Semata Api" yang memenangi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020. Alumni Sastra Indonesia Universitas Padjajaran.




  • Cap Teroris dari Merdeka Barat
    Nasional

    Cap Teroris dari Merdeka Barat

    Rencana penetapan status teroris untuk kelompok bersenjata di Papua digeber setelah Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua tewas. Pemerintah bermanuver mencegah kemerdekaan Papua.

  • Majelis Menggoyang Muhaimin
    Nasional

    Majelis Menggoyang Muhaimin

    Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa yang diberhentikan berkonsolidasi melawan Muhaimin Iskandar. Dilengserkan sebelum waktunya.

  • Kader Mengepung Desa
    Laporan Utama

    Kader Mengepung Desa

    Berbagai persoalan meliputi pendamping desa. Dipengaruhi perubahan struktur di Kementerian Desa.

  • Beda Frekuensi Aturan Lawas
    Nasional

    Beda Frekuensi Aturan Lawas

    Sejumlah pendukung Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual melobi penolak rancangan tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat. Berhadapan dengan norma agama.

  • Partai Kak Boy Menuju 2024
    Nasional

    Partai Kak Boy Menuju 2024

    Sejumlah ketua umum partai politik mulai bermanuver menghadapi pemilihan presiden. Melirik calon dari jalur eksternal partai.

  • Terganjal Fatwa dari Proklamasi
    Laporan Utama

    Terganjal Fatwa dari Proklamasi

    Upaya pemerintah agar Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa halal vaksin AstraZeneca tak berhasil. Di tengah upaya lobi, pengurus MUI disebut meminta posisi komisaris badan usaha milik negara. Pemerintah pun menggandeng organisasi keagamaan di daerah untuk mendukung kehalalan vaksin. Berkejaran dengan waktu kedaluwarsa, pemerintah memetakan daerah yang lebih terbuka menerima vaksin AstraZeneca.

  • Derai Senjata Intan Jaya
    Nasional

    Derai Senjata Intan Jaya

    Konflik di Intan Jaya kian meningkat. Penambahan tentara dibalas dengan pengerahan personel TPNPB.

  • Tiga Sekawan di Proyek Injeksi   
    Nasional

    Tiga Sekawan di Proyek Injeksi  

    Pengajuan vaksin Nusantara melibatkan orang kepercayaan dan teman Terawan. Menyediakan dana dan mengikuti uji coba vaksin.

  • Tudung Paksa di Tanah Minang
    Nasional

    Tudung Paksa di Tanah Minang

    Diskriminasi terhadap pelajar nonmuslim terjadi bertahun-tahun di Padang. Pemerintah Kota Padang tak merevisi aturan bermasalah.

  • Penumpang Gelap Vaksinasi
    Laporan Utama

    Penumpang Gelap Vaksinasi

    Sejumlah orang yang bukan tenaga kesehatan mendapat vaksin lebih cepat. Dari pegawai kantor, sosialita, birokrat, pejabat, hingga keluarga kepala daerah. Kekacauan data vaksinasi ditengarai menjadi salah satu penyebab kebocoran vaksinasi.

  • Noktah Hitam di Kampus Hijau
    Laporan Utama

    Noktah Hitam di Kampus Hijau

    Terbukti melakukan swaplagiarisme, Muryanto Amin melenggang mulus menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara. Karya tulisnya yang dimuat di jurnal yang kredibilitasnya meragukan diajukan untuk kenaikan pangkat sebagai guru besar. Pejabat Istana disebut mengintervensi kasus tersebut.

  • Kejang Setelah Libur Panjang
    Nasional

    Kejang Setelah Libur Panjang

    Pemerintah memutuskan memperpanjang pembatasan kegiatan di masyarakat. Pengusaha melobi agar PPKM tak diperpanjang.

  • Roller Coaster Angka Efikasi
    Laporan Utama

    Roller Coaster Angka Efikasi

    Laporan sementara hasil uji klinis vaksin Sinovac hanya berisi data 33 persen partisipan. Dianggap belum transparan karena tidak dibuka ke publik.

  • Pengajian tanpa Bintang Hijau
    Laporan Utama

    Pengajian tanpa Bintang Hijau

    Kegiatan Front Pembela Islam tetap berjalan meski tak menggunakan atribut. Polisi meminta pengurus FPI di daerah menerima keputusan pemerintah.

  • Akrobat di Tengah Vakansi
    Nasional

    Akrobat di Tengah Vakansi

    Menteri Luhut Pandjaitan mendorong penggunaan tes antigen yang dianggap lebih murah dan cepat ketimbang PCR. Biaya tes antigen jauh lebih tinggi daripada harga alatnya.

  • Nyanyi Sepi Gembala Papua
    Nasional

    Nyanyi Sepi Gembala Papua

    Para pastor di Papua meminta penarikan mundur pasukan TNI dan Polri. Mengkritik sikap para uskup.

  • Basi Setelah Sehari
    Laporan Utama

    Basi Setelah Sehari

    Sejumlah penerima bantuan sosial bahan kebutuhan pokok menilai kualitas barang yang diterima tak bagus. Harganya diperkirakan hanya Rp 200 ribu.

  • Tas Sembako di Angkringan Marhaen
    Laporan Utama

    Tas Sembako di Angkringan Marhaen

    Bantuan Covid-19 dari Kementerian Sosial diduga digunakan untuk membantu pemenangan pemilihan kepala daerah. Partai banteng disebut paling diuntungkan.

  • Sandi Khusus Pos Megamendung
    Laporan Utama

    Sandi Khusus Pos Megamendung

    Rizieq Syihab menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Dibentengi oleh Laskar FPI.

  • Surat Mama untuk Anak Juara
    Nasional

    Surat Mama untuk Anak Juara

    Sejumlah calon kepala daerah memanfaatkan kerabatnya yang menjadi pejabat. Keluarga Chasan bergerak serentak di wilayah Banten.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.