Devy Ernis | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
Profile Devy Ernis

Devy Ernis

Bergabung dengan Tempo sejak April 2014, kini staf redaksi di Desk Nasional majalah Tempo. Memimpin proyek edisi khusus perempuan berjudul "Momen Eureka! Perempuan Penemu" yang meraih penghargaan Piala Presiden 2019 dan bagian dari tim penulis artikel "Hanya Api Semata Api" yang memenangi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020. Alumni Sastra Indonesia Universitas Padjajaran.




  • 20 Detik Menjaga Nyawa
    Laporan Utama

    20 Detik Menjaga Nyawa

    Sejumlah kelompok mencoba mengedukasi masyarakat untuk melawan corona dengan hal sederhana. Mengisi ruang kosong yang belum ditembus pemerintah.

  • Tergelincir di Apeldoorn
    Laporan Utama

    Tergelincir di Apeldoorn

    Alat uji cepat Biozek yang didatangkan Kimia Farma dari Belanda diduga bermasalah. Hasil investigasi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) bersama Tempo menunjukkan alat itu diproduksi di Cina. Sejumlah penelitian pun menunjukkan akurasi Biozek rendah. Dijual seharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per unit, Biozek telah menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Istana.

  • Minim Bukti Kartu Sakti
    Ekonomi dan Bisnis

    Minim Bukti Kartu Sakti

    Pelaksanaan program Kartu Prakerja jauh dari mulus. Transaksi pelatihan lebih dari Rp 120 miliar.

  • Musim Ciduk Aktivis
    Nasional

    Musim Ciduk Aktivis

    Polisi menangkap dan mengintimidasi sejumlah aktivis. Dipenuhi banyak kejanggalan.

  • Darah Diuji Darah Dicuci
    Laporan Utama

    Darah Diuji Darah Dicuci

    Sejumlah pasien non-Covid-19 mendapat perlakuan berbeda. Ada yang harus membayar alat pelindung diri untuk tenaga medis.

  • Penyangga Mengharap Tetangga
    Nasional

    Penyangga Mengharap Tetangga

    Sejumlah wilayah penyangga DKI bersiap menerapkan status PSBB. Khawatir terhadap kebutuhan anggaran.

  • Pontang-panting Mengunci Kota
    Nasional

    Pontang-panting Mengunci Kota

    Sejumlah daerah bersiap menghadapi karantina akibat wabah Covid-19. Pemerintah pusat tak mau karantina total.

  • Akrobat tanpa Kabar Pusat
    Laporan Utama

    Akrobat tanpa Kabar Pusat

    Koordinasi pemerintah pusat dan daerah mengatasi penyebaran corona berantakan. Muncul perlawanan dari daerah.

     

  • Paceklik Akibat Covid
    Laporan Utama

    Paceklik Akibat Covid

    Sejumlah industri dalam negeri terpuruk karena mewabahnya Covid-19. Sebagian karyawan mulai diistirahatkan.

  • Rapor Merah Pengendalian Bah
    Laporan Utama

    Rapor Merah Pengendalian Bah

    Anggaran program pengendalian banjir di DKI Jakarta makin terkikis dalam tiga tahun terakhir. Berbagai program Gubernur Anies Baswedan jalan di tempat.

  • Kartu Anggota di Teuku Umar
    Laporan Utama

    Kartu Anggota di Teuku Umar

    Keluar dari penjara, Ahok memutuskan mengembangkan bisnisnya dan tetap berpolitik. Kerap dikunjungi Megawati di penjara, dia memilih bergabung dengan PDI Perjuangan. Hubungannya dengan Partai Solidaritas Indonesia pun memburuk. Sempat dirayu agar mendukung Prabowo.

  • Juru Kunci dari Senayan
    Nasional

    Juru Kunci dari Senayan

    Helmy Yahya mencoba memperbaiki laporan keuangan dan rating TVRI. Tak lagi menjadi juru kunci.

  • Air di Teras dan Rambut Lepek
    Nasional

    Air di Teras dan Rambut Lepek

    Perang antara penentang dan pendukung Anies Baswedan terjadi di media sosial. Melibatkan jajaran pemerintah DKI.

  • Bah Pembuka Tahun
    Nasional

    Bah Pembuka Tahun

    Curah hujan ekstrem dan mandeknya proyek pengendalian banjir menyebabkan Jakarta dan sekitarnya terendam lagi. Diperparah oleh tidak siapnya pemerintah menangani bencana itu meski sudah diperingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

  • Intel Tentara di Balik Beasiswa
    Nasional

    Intel Tentara di Balik Beasiswa

    Pemerintah membersihkan proses seleksi beasiswa LPDP dari peserta yang tak pro-Pancasila. Sejumlah penguji diduga terpapar radikalisme.

  • Airlangga di Pucuk Beringin
    Nasional

    Airlangga di Pucuk Beringin

    GAGAL terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Mei 2016 tak membuat karier politik Airlangga Hartarto mandek.

  • Layuh Sebelum Berkembang
    Laporan Utama

    Layuh Sebelum Berkembang

    Metode “cuci otak” yang dilakukan Terawan Agus Putranto tak melulu berhasil. Ada efek plasebo.

  • Layuh Sebelum Berkembang
    Nasional

    Layuh Sebelum Berkembang

    Metode “cuci otak” yang dilakukan Terawan Agus Putranto tak melulu berhasil. Ada efek plasebo.

  • Langkah Kuda Tampang Berewok
    Nasional

    Langkah Kuda Tampang Berewok

    Surya Paloh dinilai kecewa terhadap susunan kabinet. Bermanuver dengan menemui petinggi partai oposisi.

  • Posisi Pemecah Belah
    Laporan Utama

    Posisi Pemecah Belah

    Kelompok pendukung Jokowi terpecah setelah Ketua Umum Projo diangkat sebagai wakil menteri. Dituduh menjilat ludah sendiri.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.