Obituari 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Cita-cita yang Tak Tercapai

Artidjo Alkostar mudah tertantang. Ia rela mengesampingkan kesehatannya demi membenahi dunia hukum di Indonesia. Mantan hakim agung itu berpulang pada Ahad, 28 Februari lalu. 

i Artidjo Alkostar, di  Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012./TEMPO/STR/Jacky Rachmansyah
Artidjo Alkostar di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012. Tempo/STR/Jacky Rachmansyah
  • Semasa kuliah, Artidjo Alkostar tak bisa duduk diam ketika melihat peristiwa yang menurutnya tidak adil. .
  • Setelah lulus kuliah, ia menerima tantangan menjadi dosen untuk memperbaiki almamaternya.
  • Sikap Artidjo yang semula terbuka perlahan berubah begitu menjadi hakim agung. Baginya, putusan hakim agung harus murni berdasarkan keyakinan diri, tanpa pengaruh orang lain. .

PESAN itu mampir ke telepon pintar saya dari nomor milik Artidjo Alkostar, Ahad, 4 Februari 2018, pukul 08.00. Isinya singkat dan terkesan instruktif. Ia berharap bisa bertemu dengan saya di rumahnya di bilangan Sidoarum, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminggu sebelumnya, ketika kami berjumpa di Mahkamah Agung, Artidjo memang mengatakan ingin menunjukkan sebuah buku lawas hasil penelitiannya berpuluh tahun lampau. Buku itu berisi hasil anal

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163197441762


Komisi Pemberantasan Korupsi Hakim Agung Hakim Artidjo Alkostar

Obituari 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.