Nasional 7/10

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rekor bintang di pundak edi

Edi sudrajat,55, rekor tercepat menjabat pangab, hanya tiga bulan. rekor lain, terlama menjadi ksad, mengeluarkan empat sk yang memutasikan 159 pati, serta tiga sk kenaikan pangkat sejumlah pati.

i
EDI Sudradjat, 55 tahun, punya banyak rekor. Dialah Pangab tersingkat: cuma seumur jagung. Dia pula jenderal tertua yang pernah dilantik sebagai Pangab. Edi juga mencatat rekor sebagai orang terlama yang memimpin angkatan darat: lima tahun (19881993). Biasanya, jabatan KSAD dipegang sekitar tiga tahun, misalnya selama periode Rudini (19831986). Rekor lain Edi adalah mengeluarkan empat SK yang memutasikan 159 perwira tinggi, termasuk pergantian semua kepala staf angkatan dan kepolisian, juga Kasum serta Kassospol. Edi juga mengganti perwira di Komando Utama TNI-AD dengan melantik 6 panglima baru dari 10 kodam. Di TNI-AL, jabatan strategis yang mengalami pergantian adalah Panglima Armada Barat (dari Laksamana Muda Tanto Kuswanto kepada Laksamana Muda M. Sochid) dan Timur (dari Laksamana Muda Yusuf Effendi kepada Laksamana Muda Soeratmin). Di TNI-AU, pergantian terjadi dalam jabatan Deputi Operasi, dari Marsekal Madya Rilo Pambudi (kini KSAU) kepada Marsekal Muda Eko Sunaryo, juga jabatan Panglima Komando Operasi TNI-AU (Pangkoopsau) I, dari Marsekal Muda Eko Sunaryo kepada Marsekal Muda Subagijo. Edi juga mengeluarkan tiga SK kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi. Ada dua perwira bintang tiga yang menjadi bintang empat: Menko Polkam Soesilo Soedarman (jenderal kehormatan) dan Pangab Feisal Tanjung. Mereka yang berbintang dua menjadi bintang tiga ada tujuh orang: Letjen Kehormatan Purnawirawan Menko Kesra Azwar Anas, KSAL Laksamana Madya Tanto Kuswanto, KSAU Marsekal Madya Rilo Pambudi, Kapolri Letjen Banurusman, Kasum ABRI Letjen H.B.L. Mantiri, Kassospol ABRI Letjen Hariyoto P.S., dan Wakasad Letjen Suryadi. Kemudian, 21 perwira tinggi berbintang satu dipromosikan menyandang dua bintang. Lalu ada 61 yang dinaikkan menjadi perwira tinggi berbintang satu. Di antara para kolonel yang kemudian naik menjadi jenderal berbintang satu adalah Wiranto (Kasdam Jaya) pernah dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto dan Agum Gumelar (Direktur A Bais ABRI). Dalam ABRI kini cuma ada satu jenderal berbintang empat: Feisal Tanjung. Empat lainnya berbintang tiga, yaitu Irjen ABRI Laksamana Madya Soemitro, Kasum ABRI Letjen H.B.L. Mantiri, Kassospol ABRI Letjen Hariyoto P.S., dan Gubernur Lemhanas Letjen Sukarto. Selain itu, di Mabes ABRI (termasuk badan-badan pelaksana pusat) bertugas 18 perwira tinggi berbintang dua dan 41 perwira tinggi berbintang satu. Di luar struktur itu, masih ada perwira tinggi yang aktif tapi tak memiliki jabatan. Predikat mereka adalah perwira tinggi (pati) Mabes ABRI. Ada yang siap-siap pensiun, seperti Jenderal Edi dan Letjen Harsudiyono Hartas. Lalu ada juga pati Mabes ABRI yang belum memperoleh jabatan, sedangkan masa pensiun mereka belum jatuh tempo, misalnya Brigjen Monang Siburian (bekas Direktur A Bais). Di Mabes TNI-AD juga ada beberapa perwira tinggi di luar struktur yang disebut pati Mabes AD. Termasuk di sini para bekas panglima kodam yang akan pensiun atau dikaryakan, seperti Mayjen Suwardi (bekas Pangdam Udayana), Nuriana (bekas Pangdam Siliwangi, kini Gubernur Jawa Barat), dan Mayjen K. Harseno (bekas Pangdam Jaya). Kini, cuma ada dua jabatan di Mabes ABRI yang lowong: Asisten Operasi Kasum ABRI dan Asisten Sospol Kassospol ABRI. Siapa akan beruntung mengisinya? Ahmed Soeriawidjaja dan Bambang Sujatmoko

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161833543343



Nasional 7/10

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.