Nasional 3/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Suksesi di Kantor Polisi

Sebelas nama mencuat sebagai kandidat Kepala Polri. Ada yang membentuk tim sukses.

i

DIGELAR di ruang rapat utama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa pekan lalu, pertemuan itu sejatinya hanya mengagendakan satu hal: pengamanan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.

Semua pejabat utama polisi, kepala kepolisian daerah, jajaran inspektorat pengawas daerah, dan direktur lalu lintas semua polda di Indonesia sudah hadir sejak pukul 14.00. Satu jam kemudian, rapat dibuka Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo.

Mantan Kepala Polda Metro Jaya itu memulai pidato dengan memberi penegasan soal komitmen polisi dalam hal pemberantasan korupsi. Setelah memberi pengantar, Timur mempersilakan pejabat lain memberi sambutan. Secara bergiliran, Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Sutarman dan Wakil Kepala Polri Nanan Soekarna memberi ulasan.


Corong juga diberikan kepada Kepala Pemeliharaan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Oegroseno. Mantan Kepala Polda Sumatera Utara ini menyoroti laporan Badan Pemeriksa Keuangan tentang penggunaan anggaran di kepolisian.

162366150832

Menurut dia, auditor negara menemukan praktek pungutan liar di Polda Metro Jaya yang setiap bulan mencapai Rp 1,3 miliar. "Saya minta praktek itu segera dihentikan," kata Oegroseno seperti dikutip sumber Tempo.

Lain Oegro, lain pula Kepala Polri. Jenderal Timur dalam pertemuan itu malah terang-terangan memuji keberhasilan Kepala Polda Metro Jaya Irjen Putut Bayu Seno dalam hal membuat polisi menjadi organisasi yang bersih dan akuntabel. "Ini yang dicontohkan baru di Polda Metro, belum di polda-polda lain," ujarnya.

Putut memang nama spesial. Mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini salah satu kandidat Kepala Polri, menggantikan Timur. "Dia salah satu calon kuat," kata seorang sumber.

Selain Putut, calon lain adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Sutarman. Sebagai orang nomor tiga di institusi kepolisian, peluang Sutarman juga besar. "Kendati bisa saja muncul kuda hitam yang siap menyalip mereka," ujar sumber itu.

Dimintai konfirmasi, Oegroseno membenarkan soal pertemuan itu. Tapi ia menyangkal ada "udang" di balik pernyataannya. "Saya hanya ingin mengatakan, ke depan polisi tidak boleh mendapat bayaran dari pihak lain."

Rencana penggantian Tribarata Satu—sebutan untuk jabatan Kepala Polri—mengemuka sejak April lalu. Presiden Yudhoyono, dalam wawancara dengan Tempo, mengatakan bakal melakukan penggantian Panglima Tentara Nasional Indonesia dan Kepala Kepolisian RI pada Agustus atau September.

Menurut Yudhoyono, masa pensiun Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo sebenarnya Januari tahun depan. "Tapi, karena Kapolri memiliki tugas penting berkaitan dengan Pemilu 2014, penggantian tidak bisa mendekati tahun itu," katanya (Tempo, 8-14 April 2013).

Tak lama berselang, sejumlah nama calon Kepala Polri beredar di publik. Sesuai dengan aturan, Komisi Kepolisian Nasional diberi hak mengajukan nama kandidat. Hingga pekan lalu, terdapat sebelas nama yang masuk radar menjadi pengganti Timur Pradopo.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional, M. Nasser, mengatakan sebelas nama itu memenuhi tiga syarat menjadi calon Kepala Polri. Ketiganya adalah berasal dari Akademi Kepolisian angkatan 1981-1984, masih memiliki masa jabatan dua tahun jika terpilih, dan pernah memimpin kepolisian daerah. "Sebelas orang itu memenuhi semua kriteria," ucapnya.

Nasser mengakui lembaganya baru bisa menjaring dengan pola sederhana, yakni mencari informasi dari kanan-kiri. Walhasil, rekam jejak ke-11 kandidat belum lengkap terkumpul. "Kami pernah minta data perwira tinggi polisi ke Kapolri sejak September tahun lalu," katanya, "tapi hingga sekarang tak kunjung dapat."

Dia mengatakan, dalam upaya mencari jejak masa lalu para calon, Komisi Kepolisian mengirimkan data mereka ke institusi-institusi lain, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. "Kami ingin calon yang akan dipilih Presiden itu orang yang bersih dari persoalan hukum dan dosa masa lalu," ujar Nasser.

Kabar suksesi memunculkan persaingan di antara para kandidat. Ada kabar, selain membentuk tim sukses dan membuat gebrakan yang bisa menarik perhatian publik, para jenderal itu disebut-sebut sibuk mencari dosa lama pesaingnya. Nasser membenarkan ada yang terganggu dengan upaya Komisi Kepolisian mencari calon Kepala Polri. "Saya tidak bisa sebut siapa saja," katanya.

Jenderal Timur belum bisa dimintai tanggapan soal ini. Namun, pertengahan April lalu, dia mengatakan penggantinya nanti memiliki tugas penting mengamankan Pemilihan Umum 2014. "Semua sesuai dengan dinamika. Semua sudah terjadwal," ucapnya.

Adapun para kandidat yang disebut menjadi calon kuat memilih mengelak berkomentar. "Biarkanlah mekanisme atau sistem pembinaan karier di Polri berjalan," kata Sutarman. Putut juga enggan menjawab soal peluangnya. "Saya tidak mau menjawab soal itu."

Setri Yasra, Ismi Damayanti, Rusman Paraqbueq


Para Kandidat

SEBELAS nama disiapkan Komisi Kepolisian Nasional sebagai calon Kepala Polri. Ini pilihan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Komisaris Jenderal Sutarman
Jabatan: Kepala Badan Reserse Kriminal
Angkatan: 1981

Komisaris Jenderal Budi Gunawan
Jabatan: Kepala Lembaga Pendidikan Polri
Angkatan: 1983

Komisaris Jenderal Anang Iskandar
Jabatan: Kepala Badan Narkotika Nasional
Angkatan: 1982

Inspektur Jenderal Badrodin Haiti
Jabatan: Asisten Operasi Kepala Polri
Angkatan: 1982

Inspektur Jenderal Tubagus Anis A.
Jabatan: Kepala Polda Jawa Barat
Angkatan: 1981

Inspektur Jenderal Putut Bayu Seno
Jabatan: Kepala Polda Metro Jaya
Angkatan: 1984

Inspektur Jenderal Arief Wahyunadi
Jabatan: Kepala Polda Bali
Angkatan: 1984

Inspektur Jenderal Anas Yusuf
Jabatan: Kepala Polda Kalimantan Timur
Angkatan: 1984

Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution
Jabatan: Kepala Polda Sumatera Selatan
Angkatan: 1981

Inspektur Jenderal Pudji Hartanto
Jabatan: Kepala Korps Lalu Lintas Polri
Angkatan: 1983

Inspektur Jenderal Anton Setiadi
Jabatan: Kepala Divisi Hukum Polri
Angkatan: 1983


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162366150832



Nasional 3/7

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.