Musik 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Konser Mengenang Jedi

Ilustrasi musik dalam sebuah film sering tak dihiraukan, padahal dari sana atmosfer cerita ikut dihidupkan. Akankah tetap enak dinikmati di luar layar?

i

Meski bukan hal baru, pergelaran yang menyuguhkan ilustrasi musik dari sebuah film monumental memang amat jarang. Karena itu biasanya memikat, terutama bagi pencinta film itu sendiri. Di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa pekan lalu, Addie M.S. beserta Twilite Orchestra menampilkan karya-karya John Williams, ilustrator musik film seri Star Wars, dalam konser yang diberi judul Adventures to The Galaxies.

Konser ini mencoba mengenang adegan-adegan monumental dalam film Star Wars. Tak hanya suguhan musik yang dicoba digarap dengan detail sebagaimana aslinya. Desain panggung pun ditata meniru alam luar angkasa lengkap dengan gunung berbatu dan bintang bertebaran di sana-sini.

Bahkan, untuk konser ini, Addie dan Twilite Orchestra berburu partitur asli hingga ke London, New York, dan Australia. Karena itulah 14 karya musik film itu pun dimainkan tanpa perubahan sama sekali oleh 77 musisi Twilite Orchestra dan 45 penyanyi Twilite Chorus. ”Dalam tiap karya klasik, selalu ada amanah komponis dalam setiap karya mereka. Maka kami hanya memainkan sesuai dengan naskah aslinya,” kata Addie M.S.


Lihatlah, cuplikan adegan film Anakin kecil yang berwajah lugu dengan rambutnya bagai jerami, matanya penuh kesedihan saat meninggalkan ibunya yang dijadikan budak. Ia dijemput Obi Wan Kenobi, kesatria yang akan menggemblengnya menjadi seorang Jedi. Anakin’s Theme dari Star Wars: The Phantom Menace, mengalun sendu.

161831368981

Lalu, dengus napas Darth Vader memulai sebuah episode baru. Dung…, dung…, dung…! The Imperial March dari Star Wars: The Empire Strikes Back menggempur telinga. Di layar wajah Anakin hilang, digantikan helm Darth Vader berlatar kobaran api, berseling dengan sebuah kutipan Anakin remaja, ”I will be the most powerful Jedi ever.”

Pencinta film Star Wars tentu tahu, Anakin yang lugu akhirnya berubah menjadi gembong penjahat Darth Vader. Tapi bisa jadi hanya sedikit yang menyimak benar bahwa ada sebuah kontinuitas dalam menyusun motif nada, meski berbeda irama kala musik mengiringi kisah hidup Anakin ke Darth Vader.

”Itulah ketelitian seorang John Williams saat membuat komposisi untuk lagu tema Star Wars. Ia membuat satu tema untuk satu karakter. Seperti dalam Anakin’s Theme dan The Imperial March ini,” kata Addie M.S., sang konduktor konser.

Bagi penggila film Star Wars, setiap petikan ilustrasi musik karya John Williams yang ditampilkan dalam konser Addie bisa membangunkan kembali ingatan akan adegan tertentu yang telah tersimpan dalam memori pencinta film ini.

Sebutlah The Forrest Battle dari Star Wars: Return of The Jedi yang dikatakan Addie sebagai salah satu nomor yang sulit dibawakan. Irama yang riang dan lincah seperti mengingatkan pada adegan pertarungan robot-robot kaum Sith dan imutnya bangsa Ewoks. Atau Yoda’s Theme, yang mengingatkan pada sosok mungil Yoda tapi penuh kewaskitaan, panutan para Jedi. ”Musiklah yang membangun suasana,” kata Addie.

Sebagai contoh ia menyebut satu adegan dalam film E.T. ”Saat perpisahan meski hanya 15 menit, tak ada dialog sama sekali, tapi orang bisa terbawa pada suasana yang menyedihkan. Cobalah, sesekali nonton tanpa mendengarkan musiknya,” kata Addie. E.T. Selection karya John Williams juga menjadi salah satu nomor pembuka konser yang dibawakan Twilite Orchestra, selain Star Trek: Television Theme karya Alexander Courage dan Also Sprach Zarathustra dari 2001:A Space Odyssey karya Richard Strauss.

”Musik film sempat dianggap tak punya tempat,” kata Addie. Komposernya dianggap berdiri di dua wilayah yang berseberangan. Satu sisi dia menggarap musik film yang dianggap tak lebih dari hiburan, tapi di sisi lain karya mereka sebenarnya juga bukan karya main-main. Karya John Williams, kata Addie, memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi untuk dimainkan. ”Tapi setiap repertoar memang seharusnya bikin pintar,” kata Addie.

Utami Widowati


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161831368981



Musik 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.