Dengan Koalisi, Berkuasa Kembali - Luar Negeri - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Luar Negeri 2/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dengan Koalisi, Berkuasa Kembali

Presiden Bouteflika kembali menang dalam pemilu. Tak perlu ke putaran kedua, karena merangkul banyak sekutu.

i

SEKUTU itu perlu, koalisi itu mesti. Agaknya inilah kredo politik yang dipegang teguh Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, 67 tahun, untuk kembali menang dalam pemilu di negeri bekas jajahan Prancis selama 132 tahun itu—sebelum merdeka pada 1962. Jumat dua pekan silam, politisi kawakan ini—ia sudah menjadi Menteri Luar Negeri pada umur 26 tahun, dan posisi itu didudukinya selama 16 tahun—memasuki periode kedua jabatannya, yang akan berakhir pada 2009.

Meskipun dinilai cukup sukses dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri pada masa pertama pemerintahannya sebagai presiden (1999-2004), Bouteflika sadar bahwa ia masih memerlukan modal tambahan. Kalau tidak, mana bisa ia menyembuhkan luka hati masyarakat Aljazair yang tercabik-cabik akibat pertikaian sipil berdarah sejak dibatalkannya kemenangan Partai Islam FIS oleh junta militer yang berkuasa pada 1991. Selama satu dekade, perang saudara itu menewaskan 120 ribu jiwa.

Bouteflika pun merangkul, antara lain, Perkumpulan Nasional Demokrasi pimpinan Perdana Menteri Ahmed Ouyahia, serta Gerakan Pelurusan Front Pembebasan Nasional (FLN)—salah satu sempalan FLN—yang dikomando Menteri Luar Negeri Abdelaziz Belkhadem. Hasilnya, ia dengan mudah melenggang meninggalkan lawan-lawannya untuk meraup 83 persen suara. Lawan terberatnya, mantan perdana menteri Ali Benflis yang menjadi calon presiden dari FLN, meraih 8 persen suara. Calon presiden dari kubu Islam, Abdallah Djaballah, hanya mendapat lima persen. Sedangkan tiga kandidat lainnya kurang dari dua persen


Sukses menggalang koalisi adalah satu hal. Benih sukses Bouteflika sudah ditanam ketika ia baru lima bulan menjabat presiden pada 1999. Saat itu ia memberi amnesti bagi ribuan milisi bersenjata FIS yang sedia menyerah. Dia juga menggagas Undang-Undang Rekonsiliasi Sipil, yang didukung rakyat lewat referendum. Untuk menciptakan pemerintahan bersih, Bouteflika tak segan membabat aparat pemerintah yang korup.

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjUgMTI6MzU6MjIiXQ

Prestasi dunianya juga mengesankan. Setelah Aljazair nyaris terisolasi dari pergaulan internasional sejak 1992, Bouteflika berhasil menjadikan negaranya tuan rumah KTT Uni Afrika. Politisi veteran yang berjulukan "the dandy diplomat" ini pun terbang ke Kota New York untuk memberikan sambutan di depan Majelis Umum PBB. Juga, dialah satu-satunya Presiden Aljazair—selain Ahmed Ben Bella, presiden pertama—yang bukan mantan jenderal.

Toh kemenangan telak ini tak urung mencuatkan tudingan keras para kompetitornya. Ali Benflis menengarai banyaknya manipulasi suara sebelum dan sesudah pemungutan. Sementara itu, Abdallah Djaballah jelas-jelas mengatakan tak akan mengakui kemenangan Bouteflika. Berdasarkan kalkulasi politiknya, ia menganggap mustahil ada calon presiden yang mampu menang mutlak di putaran pertama.

Tingginya perolehan suara sang Presiden memang tak terpantau jajak pendapat oleh Lembaga Studi Statistik Arab serta Pusat Studi dan Dokumentasi dari kedua markas mereka di Belanda. Estimasi mereka, Bouteflika akan menang dengan mayoritas tipis, tak lebih dari 56 persen suara.

Tudingan para pesaing serta-merta ditepis Menteri Belkhadem. Ia balik menuding para seteru Bouteflika yang justru berlaku curang, karena, "Mereka menempatkan saksi di 30 ribu TPS, sementara saksi dari kubu Presiden hanya di 6.000 TPS." Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Nourradine Zerhouni menegaskan pemilu telah berjalan fair. "Saya harus mengatakan pengawas telah mengikuti semua kampanye di seluruh negeri," katanya. Yang ia maksudkan, termasuk 120 pengamat independen yang kebanyakan berasal dari Afrika dan Timur Tengah.

Akmal Nasery Basral (Daily Star, Libanon; Khaleej Times, Uni Emirat Arab)

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-25 12:35:23


Luar Negeri 2/5

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB