Kini Urusan Perbankan - Luar Negeri - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Luar Negeri 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kini Urusan Perbankan

Dato Harun Bin Dato Idris dihukum penjara & denda di Pengadilan Tinggi Malaysia. Dituduh memalsukan dokumen bank sehingga merugikan bank rakyat 6,5 juta ringgit. Alasan utama adalah soal politik.

i
DATO Harun bin Dato Idris dijatuhi hukuman penjara enam bulan dan denda 15 ribu ringgit. Pengadilan tinggi Malaysia pimpinan hakim Jusoffe Abdoolcader mengetukkan palunya tanggal 24 Januari yang lalu di Kuala Lumpur setelah membacakan vonisnya setebal 145 halaman. "Ini adalah kasus kriminil kedua yang membawa anda ke pengadilan. Tahun silam anda dihukum karena tuduhan menerima 250 ribu ringgit dari bank Hongkong dan Shanghai", kata hakim. Hukuman enam bulan dan denda 15 ribu ringgit ini, "adalah hukuman teringan yang bisa diberikan", kata hakim menjelang akhir vonisnya. Sidang pengadilan yang mendapat perhatian masyarakat banyak itu, berputar di sekitar pemalsuan dokumen perbankan yang menyebabkan dirugikannya Bank Rakyat sebesar 6,5 juta ringgit. Dato Harun yang menjadi pengawas bank tersebut terbukti bersalah karena dengan kerjasamanya dengan Mansir Basir dan Ismail Din, keduanya pegawai bank tersebut telah berhasil mengambil keuntungan besar dari bank tadi. "Yang meringankan Harun adalah kenyataan bahwa uang yang diperolehnya dari bank itu tidak semata-mata dipergunakan bagi dirinya, tapi terutama untuk keuangan pemuda UMNO yang ketika itu dipimpinnya", kata seorang komentator di Kuala Lumpur pekan lalu. Dari Bank Rakyat itu. Harun melllperoleh uang ulltuk mcnutur, ontrak bagi petinju Mohamad Ali dan Joe Bugner yang bertarung di Malaysia pada 1 Juli 1975. Baik hukuman tahun silam mau pun yang dijatuhkan oleh Hakim Jusoffe tanggal 24 Januari yang lalu, semuanya belum dijalani oleh Harun, yang sembari menanti disidangkannya pengadilan banding, tetap bisa bebas dengan sejumlah uang sebagai jaminan. Menemukan Lubangnya Belum diketahui tanggal pasti bagi persidangan mahkamah banding tersebut, tapi perkembangan lain yang juga menyangkut diri Dato Harun kini sedang terjadi di Kuala Lumpur. Sebagai bekas Menteri Besar Selangor dan bekas ketua Pemuda UMNO, Harun yang pernah disebut-sebut sebagai salah satu calon Perdana Menteri Malaysia, kini mendapatkan kembali keanggotaannya sebagai anggota UMNO setelah ia dipecat oleh almarhum Tun Razak - tatkala yang belakangan ini masih menjadi Ketua UMNO dan Perdana Menteri Malaysia. Penyelidikan kemudian membuktikan bahwa alasan utama diseretnya Harun ke pengadilan adalah alasan politik. "Kalau cuma lantaran koruysi sebesar itu, terlalu banyak pejabat tinggi Malaysia yang harus diseret ke depan hakim", tukas seorang politikus Malaysia. Mereka yang dulu memanas-manasi Razak untuk memecat Harun dari kedudukannya sebagai Ketua Pemuda UMNO kini telah ditahan atas perintah Tan Sri Gazali Syafei, Menteri Dalam Negeri Malaysia. Dengan tindakan itu, sebenarnya secara politis Harun sudah lebih dari sekedar direhabilitasi. Tapi kasus yang sudah berjalan di pengadilan sudah pula terlanjur mengalami proses. Para pengikut Harun tahu persis bahwa pada mulanya adalah soal politik yang menemukan lubangnya pada manipulasi uang di Bank Rakyat itu.
2020-06-01 10:42:03


Luar Negeri 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.