Menggebu, Tapi Sepi Dan Dingin - Pariwisata - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Pariwisata 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Menggebu, Tapi Sepi Dan Dingin

Dieng, sebagai obyek wisata tidak terlalu manarik. Sebagian besar obyek wisata di Banjarnegara. Kawah Kijang, telaga warna dan telaga kendang merupakan obyek yang menonjol.

i
MAU melancong ke dataran tinggi Dieng? Promosinya sih7 menggebu- gebu. Tapi obyek wisatanya sendiri tak kurang dari 16 biji - sebenarnya tak terlalu menarik. Dataran tinggi ini terletak 25 kilometer dari Wonosobo. Jawa Tengah. Jalan menuju ke sana cukup berkelok-kelok hingga bisa bikin perut mual. Sebelum sampai ke tempat tujuan, para wisatawan biasanya singgah dulu di Tugu Pemandangan. Obyek wisata di sana sebenarnya cuma sebagian kecil saja. Yang terbanyak terdapat di kabupaten Banjarnegara. Dalam pengelolaannya, memang ada kerjasama antara kedua pemerintah daerah itu. Tapi nyatanya lebih banyak wisatawan yang lewat Wonosobo daripada melalui Banjarnegara. Selain karena jika lewat Banjarnegara harus menempuh jarak 50 kilometer, juga hampir tak ada pemandangan yang mengasyikkan di sepanjang jalan. Pemandangan sepanjang jalan lewat Wonosobo cukup menarik. Hotel-hotel pun lebih banyak berlokasi sekitar Wonosobo. Tapi apa saja yang bisa dinikmati di dataran tinggi yang terletak 1.800 meter dari permukaan laut itu? Dari 16 ohyek wisata (menurut catatan Tourist Information Service dari Kantor Kabupaten Wonosobo), sebenarnya tidak semuanya bisa dinilai menarik, kecuali hawanya yang dingin. Tapi memang, hal itu tergantung dan selera orang. Tapi percaya atau tidak, yang namanya Kawah Kijang memang punya keistimewaan. Kawah ini bisa meloncat-loncat. Hari ini menyembur di sebelan sana, lain waktu di sebelah sini. Pokoknya meloncat-loncat bak kijang. Bahkan ada juga yang bilang, kadang-kadang mengeluarkan bunyi seperti suara kijang. Di kompleks Kijang, terdapat dataran cukup luas dan berbau belerang. Di sinilah dulu direncanakan akan dibangun sebuah terminal. Adapun sebuah kawan kecil di tepi Telaga Warna yang selalu berbunyi "dung-dung" - disebut Telaga Kendang. Ada pula Telaga Warna (juga disebut Telaga Panca Warna). Kalau airnya penuh dan tertimpa sinar matahari, memang sekurang-kurangnya terlihat 5 warna terpantul dari permukaan airnya. Tapi para pengunjung yang datang pada musim kemarau, niscaya akan tertawa mencemooh. Sebab pada musim itu Telaga Wama tak ubahnya seperti rawa liar saja. Lebih-lebih pula karena waktu itu telaga tadi kering. Satu-satunya telaga yang masih menyimpan air cuma Telaga Merdada, tapi tak ada keistimewaannya. Selain beberapa telaga, ada pula beberapa kawah yang kebanyakan terletak di kawasan kabupaten Banjarnegara. Tapi apakah kawah ini menarik wisatawan, masih jadi pertanyaan. Sekali berkunjung, barangkali enggan datang untuk kedua kalinya. Beberapa turis yang datang ke sana, agaknya cuma sekedar mengisi waktu saja. Atau barangkali untuk sekedar membuktikan kebenaran apa yang tertulis dalam lembaran-lembaran promosi. Kabut Putih Waktu masih menjabat Bupati Wonosobo, drs. Darodjat pernah punya rencana membuat Kereta Gantung dari Wonosobo ke Dieng. Bukan saja sebagai pelengkap sarana kepariwisataan, tapi petani sayuran pun bisa pula menggunakannya untuk membawa dagangan ke kota. Rencana ini kabarnya malah sudah diajukan ke Pemerintah Pusat. Dulu Residen Semarang pun, drs. Adnan Widodo, pernah pula merencanakan alat angkut serupa dari Sokaraja (kabupaten Kendal) - di mana terdapat air terjun Curuk Sewu - ke Dieng. Tapi kedua rencana hebat itu sampai kini tak terdengar lagi kelanjutannya. Dataran tinggi Dieng yang mengandalkan pemandangan alam, barangkali tak bakal semakin menarik. Sebaliknya mungkin malah akan rusak lantaran kondisi alamnya sendiri. Nyatanya, sampai sekarang belum ada seorang pengusaha pun yang berani membangun hotel atau motel. Penginapan memang ada, tapi selalu "kesepian". Habis, siapa yang bersedia bermalam di sana dan kedinginan melulu, sementara pemandangan alam hanya bisa dinikmati manakala udara cerah? Hampir setiap hari, kabut putih tebal menyelimuti kawasan Dieng.
2020-08-11 14:19:34


Pariwisata 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.