Bermodal Komputer dan Printer - Kriminalitas - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Kriminalitas 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bermodal Komputer dan Printer

Komplotan pemalsu duit lima puluh ribuan yang bermarkas di Tawangmangu dibongkar polisi. Inilah kisah mereka.

i

SEBUAH rumah berdinding bata agak terpencil di kaki Gunung Lawu itu terkunci rapat. Garis polisi berwarna kuning sempat melingkari rumah kontrakan di Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah itu. Di situlah, sejak Februari lalu, komplotan pemalsu uang yang diotaki Cahyo Widodo menjalankan "roda bisnisnya".

Cahyo dan enam rekannya ditangkap polisi akhir bulan lalu. Jaringan lelaki ini telah merambah di berbagai kota, yang terlihat dari daerah asal rekannya yang berbeda-beda. Mereka adalah Subandi, 60 tahun (Kediri, Jawa Timur), Bangun Rahino, 20 tahun (Ngawi), Tamami, 50 tahun, Nuryati, 27 tahun (keduanya warga Ungaran, Semarang), Muhaimin, 54 tahun (Wonosobo), dan Windu Kuntarto, 33 tahun (Solo). Di Semarang, pekan lalu polisi juga menjerat Sumini, satu lagi pengedar uang palsu dalam jaringan Cahyo.

Bersama komplotannya, tak sulit bagi Cahyo membuat dan mengedarkan uang palsu. "Dia pemain lama," kata Kepala Polda Jawa Tengah, Irjen Didi Widayadi. Sebelumnya Cahyo telah diganjar hukuman 15 tahun karena membuat duit palsu senilai Rp 35 juta. Baru menjalani hukuman satu setengah tahun, ia kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Ambarawa, Jawa Tengah.


Berbekal Rp 20 juta yang diperolehnya dari Subandi, Cahyo, yang jebolan Universitas Negeri Surakarta, lalu menekuni kembali bisnis lamanya. Februari lalu, ia mengontrak rumah di Tawangmangu sebagai tempat produksi uang palsu. Sepintas uang palsu buatan Cahyo sama persis dengan pecahan Rp 50 ribu asli keluaran Bank Indonesia. Menurut sumber TEMPO di Kepolisian Wilayah Surakarta, ia bisa menghasilkan 350 lembar duit bohongan itu per hari.

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjUgMTI6MTY6MzQiXQ

Peralatan yang digunakan Cahyo tak terbilang canggih. Ia mengandalkan komputer berprosesor Pentium II, dua unit printer, satu unit pemindai (scanner), alat pemotong kertas manual, lampu ultraviolet, dan kertas hammer sebagai bahan baku kertas. Hampir semua pekerjaan mencetak uang itu dilakukan Cahyo sendiri. Saban hari, ia cuma ditemani Windu Kuntarto, yang membantunya berbelanja kertas dan tinta, dan Bangun Rahino yang bertindak seperti kepala rumah tangga.

Pengedarannya pun mudah. Selain menyediakan modal, ternyata Subandi juga menampung uang palsu tersebut. Diduga Subandi sudah tujuh kali membeli duit palsu Cahyo dengan harga rata-rata 1 : 7. Artinya, Rp 1 juta duit asli bisa ditukar dengan Rp 7 juta duit palsu. Dari penyidikan Polda Jawa Tengah diketahui bahwa Subandi telah memborong Rp 200 juta uang palsu. Polisi memperkirakan, selama berproduksi sejak Februari lalu, Cahyo telah mengedarkan uang palsu senilai Rp 400 juta.

Selain Subandi, ada lagi Tamami, Muhaimin, Nuryati, dan Sumini yang berperan sebagai pengedar. Menurut sumber TEMPO, Tamami yang bekas anggota TNI berpangkat kopral pernah membeli Rp 25 juta uang palsu. Orang yang terlibat sebagai pengedar uang buatan Cahyo diperkirakan masih banyak.

Terbongkarnya "bisnis" uang palsu ini juga gara-gara tertangkapnya seorang pengedar, Nuryati, di Wonosobo, Jawa Tengah. Polisi lalu memanfaatkan Nuryati untuk membekuk sang pembuat. Cahyo sebenarnya berusaha kabur dari sergapan polisi ketika bertemu dengan Nuryati di sebuah hotel melati di Surakarta. Tapi polisi melumpuhkan kakinya dengan pelor.

Pengacara para tersangka, Yasri Yudha Yahya, tak menampik sangkaan polisi terhadap tiga kliennya, Cahyo, Subandi, dan Sumini. "Cahyo memang pernah dipidana dalam perkara yang sama dan masuk daftar pencarian orang karena kabur dari bui," ujar Yasri. Tapi ia keberatan dengan tuduhan terhadap klien lainnya, Nuryati, Windu, dan Bangun. "Mereka hanya pesuruh," katanya.

Endri Kurniawati, Imron Rosyid (Surakarta), Sohirin (Semarang)

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-25 12:16:34


Kriminalitas 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB