Kriminalitas 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tembak di Tempat, bukan Petrus

Perampokan disertai pembunuhan merajalela di jakarta. ada pembantu rumah tangga yang tewas dibunuh di sertai perkosaan. seorang di antara pelaku kejahatan ditembak di tempat. tapi penembaknya misterius

i
KOMPLEKS perumahan karyawan Bank of Tokyo (BOT) di kawasan Jati Kramat, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin pekan lalu, gempar. Seorang penghuni kompleks, Nyonya Endang Subrina, 33 tahun, tewas mengenaskan di ruang keluarga rumahnya. Tubuh istri Rahardjo, wakil manajer BOT itu, tergeletak tanpa nyawa dengan tujuh lubang menganga di lehernya. Di sampingnya, si bungsu Indra, 3 tahun, tergeletak pingsan. Pagi itu, yang menunggui rumah memang hanya Endang dan anaknya, Indra. Rahardjo sendiri sudah berangkat ke kantor. Sementara itu, pembantu rumah tangga keluarga itu belum kembali dari kampung -- merayakan Lebaran. Dan Edu, 7 tahun, anak sulung mereka, lagi bersekolah. Edu, yang baru duduk di bangku kelas I SD, adalah orang pertama yang menyaksikan pemandangan mengerikan itu, setelah ia pulang dari sekolah sekitar pukul 11.30. Tak tahan, Edu menjerit-jerit dan menghambur ke luar rumah. Beberapa warga kompleks yang mendengar jeritan anak itu segera berdatangan. Para tetangga masih berusaha menyelamatkan nyawa Endang, dengan memanggil dokter terdekat. Tapi sia-sia, Endang telah menjadi mayat. Dokter memperkirakan ibu tiga anak ini dibunuh sekitar dua jam sebelum ditemukan Edu. Hanya Indra, yang menderita memar di kepala -- akibat pukulan penjahat -- sempat diselamatkan. Petugas Polsek Pondok Gede, yang menyidik kasus itu, menemukan dua buah pisau di dekat korban: sebuah pisau dapur dan sebuah belati yang telah patah gagangnya. Selain itu, sebuah gunting yang ujungnya berlumuran darah ditemukan di kamar tidur korban. Juga tampak darah berceceran antara dapur dan ruang tengah tempat mayat tergeletak. Perampokan? Agaknya begitu. Rumah korban memang kelihatan lebih mencolok dibandingkan dengan rumah lainnya di Blok A itu. Para pembunuh menggondol gelang keroncong milik korban seberat sekitar 20 gram dan dua buah buku Tabanas masing-masing bernilai Rp 700 ribu. Hanya saja, agak aneh, berbagai peralatan rumah tangga yang cukup berharga di rumah itu tak disentuh oleh "tamu tak diundang" itu. Pihak polisi, yang menyelidiki kasus ini, sementara menduga bahwa Endang dihabisi dalam usaha perampokan. Namun, diperkirakan Endang dihabisi oleh orang yang dikenal korban. Sebab, di ruang tamu ditemukan gelas berisi teh dan sebungkus rokok yang mereknya lain dengan rokok yang biasa diisap suami Endang. Diduga pelakunya dua orang. Beberapa saksi mengaku melihat tanda-tanda sebelum perampokan terjadi. Pada malam sebelum kejadian, salah seorang saksi menyaksikan seseorang berkendaraan Vespa mengawasi rumah Endang. Paginya, kata saksi itu, ia melihat beberapa penumpang mobil memasuki rumah itu. "Saya mendengar Endang mengobrol dengan tamu-tamu itu," katanya. Siapa pun pelaku kejahatan itu, yang jelas, mereka melengkapi jumlah kejahatan beringas di Ibu Kota akhir-akhir ini. Dua bulan terakhir, di Jakarta, sedikitnya terjadi empat kali perampokan disertai pembunuhan. Tiga di antaranya terjadi di kawasan Jakarta Barat dan satu di Jakarta Timur. Dalam keempat kasus itu, empat pembantu rumah tangga dan seorang nenek tua tewas. Bahkan, pelaku perampokan di Jalan Pilar, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Maret lalu, juga memperkosa sebelum membunuh pembantu rumah tangga di situ. Perampokan terbesar dalam dua bulan ini terjadi pada 19 April lalu di Taman Kedoya Baru, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Perampok menggasak harta benda pengusaha jamu, Purwanto Raharjo, senilai sekitar Rp 100 juta, yang terdiri dari mobil, telepon mobil, video recorder dan tape recorder. Perampokan berjalan mulus setelah babu di rumah itu, Dijah, 47 tahun, dihabisi. Dijah ditemukan tewas dalam keadaan terbelenggu di tempat tidur majikannnya. Tangan dan kakinya terikat dan seluruh mukanya, termasuk lubang hidung dan mulutnya, diplester. Tapi tak selamanya perampok bisa seenaknya. Minggu pekan lalu, sebaliknya, perampok dibikin tak berkutik oleh seseorang tak dikenal, setelah perampok itu menjarah kalung seorang wanita. Peristiwanya terjadi siang hari, di kawasan Sunter Podomoro, Jakarta Utara. Tiga orang perampok naik ke atas kendaraan Metromini jurusan Tanjungpriok-Senen yang sedang menunggu penumpang di Jalan Danau Sunter. Begitu kendaraan melanjutkan perjalanan, langsung saja seorang di antara kawanan penjahat itu memaksa seorang wanita menyerahkan kalung emas yang dikenakannya. Setelah itu, menurut sopir Jerman Sinabariba, para perampok itu turun. Tapi, diam-diam, seorang penumpang lelaki menguntit kawanan penjahat itu. Begitu kawanan itu turun, "pahlawan" berkaus putih itu menegur mereka dan menyuruh mengembalikan kalung yang dijarah itu. Mendengar perintah itu, salah seorang dari penjahat itu, Caswadi, 36 tahun, balas membentak. "Jangan ikut campur!" katanya dengan nada tinggi. Malah Caswadi mengancam lelaki berkaus putih itu dengan pisau. Tak disangka, lelaki berpakaian preman itu mencabut pistol dari pinggangnya. Dor! Caswadi roboh. Selangkang kanannya tertembus peluru. Lalu, dengan gagahnya, pria berkaus putih itu mengambil kalung rampokan dari tangan Caswadi, dan menyerahkan kembali kepada yang empunya. Setelah itu, "sang pahlawan" menghilang. Sampai pekan ini, belum jelas siapa penembak "misterius" itu. Caswadi sendiri -- yang kini terbaring di Rumah Sakit Polisi Kramat Jati -- mengatakan tak tahu siapa penembaknya. "Saya tidak tahu. Tiba-tiba paha sebelah kiri saya tertembak dari belakang," kata lelaki bertubuh gempal dan berkulit hitam itu. Kadispen Polda Metro Jaya Letkol. Pol. Latief Rabar memastikan si penembak bukan polisi. Sebab, menurut saksi mata, si penembak lebih dulu mengokang senjatanya sebelum menembak. "Senjata polisi jenis revolver tak perlu dikokang sebelum ditembakkan," ujar Latief. Petruskah? Ternyata juga tidak. Sebab "petrus", kata Latief, tak akan menembak paha sasarannya. Bunga Surawijaya dan Rustam F. Mandayun

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836644934



Kriminalitas 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.