Kolom 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pesawat Komersial, Mengapa Tidak?

i
Wimar Witoelar Presenter talk-show "Perspektif" di Jakarta Gagasan Gus Dur untuk menggunakan penerbangan komersial dalam lawatannya ke Amerika Serikat pekan lalu sangat menarik perhatian orang biasa. Katanya, bisa menghemat biaya Rp 1 miliar dibandingkan dengan menggunakan pesawat carter seperti biasa dilakukan Pak Harto. Jadi, mengapa tidak? Tapi, karena kebijakan ini sangat radikal, imajinasi kita jadi berlompat-lompat. Menurut Alwi Shihab, Gus Dur sendiri harus naik kelas satu karena presiden adalah simbol negara. Para menteri cukup duduk di belakang sedikit, di kelas bisnis. Kelihatannya yang lain akan diminta naik kelas ekonomi. Saya rasa, tidak apa-apa. Untuk penerbangan ke Amerika, pesawatnya semua bagus, walau kelas ekonomi (Garuda tidak terbang ke Amerika). Yang menjadi pertanyaan adalah pengawal presiden. Karena mereka bukan presiden dan bukan menteri, lalu mereka harus duduk di kelas mana? Mungkin di kelas ekonomi. Repot juga. Kalau ada yang mengganggu presiden, mereka tidak bisa membantu, karena pramugari akan melarang penumpang kelas ekonomi masuk kelas satu (itu pernah saya alami sendiri waktu mau kasih salam pada seorang dirjen dulu). Mungkin jalan keluarnya adalah mengajak Bapak Agum Gumelar yang bisa duduk lebih dekat—di kelas bisnis—karena beliau seorang menteri, tapi punya kekuatan fisik juga untuk membela Gus Dur kalau ada bahaya. Sebetulnya, kalau pemerintah betul-betul mau menghemat besar, saya punya beberapa usul tambahan. l Janganlah memakai mobil limusin hotel, itu mahal. Lebih bagus menyewa mobil dari perusahaan "Rent A Car" yang murah, begitu datang di bandara Washington. Satu mobil sedan, satu minivan, cukup untuk rombongan yang 20 orang. Supaya lebih hemat, mobil bisa dikemudikan sendiri oleh anggota rombongan, cukup dengan SIM Indonesia, paspor, dan kartu kredit. Semua menteri diusahakan punya kartu kredit, walaupun gajinya kecil. l Untuk makan, jangan pergi ke restoran, itu mahal. Apalagi makan di hotel, mahal sekali dan biasanya tidak enak. Lebih bagus beli makanan di supermarket dan disiapkan sendiri. Pilih hotel yang ada dapur mini atau yang namanya family room. Lebih bagus lagi, tapi agak repot, bawa mi instan dan alat pemanas air, ada yang harganya US$ 3. Bagus juga bawa kopi three in one. l Karena kelihatannya Gus Dur akan menjadi presiden yang sangat aktif dalam menjalankan politik luar negeri, ada bagusnya Sekneg mengurus keanggotaan dalam asosiasi penumpang penerbangan internasional yang memberi peluang diskon dan bonus, selain program frequent flier yang malah memungkinkan Presiden mendapat tiket gratis setelah terbang sekian ribu mil, dengan tujuan ke mana saja. Bisa ke Swedia untuk ketemu Hasan Tiro, ke Afrika Selatan untuk membandingkan model komisi Truth and Reconciliation, atau ke Inggris untuk mempelajari proses penangkapan Pinochet. Sudah lama saya mempelajari cara bepergian dengan biaya minim. Tapi tidak pernah terpikir bahwa ilmu ini bisa membuat kita kompeten untuk menjadi konsultan kepresidenan. Kalau ada yang merasa prihatin, berhentikan, dong, korupsi. Dari korupsi Bank Bali saja, Anda bisa membiayai perjalanan Gus Dur 500 kali ke Amerika Serikat dengan pesawat carter. Eh, ada catatan akhir. Ternyata, Presiden tidak jadi naik penerbangan komersial kali ini karena semua penerbangan sudah penuh, fully booked. Dan menurut Alwi Shihab (Menlu semacam Ali Alatas, tapi dalam versi yanng updated), kurang enak kalau harus menggeser penumpang yang sudah punya tiket dan sudah booking. Tapi, lain kali, akan diusahakan cara bepergian dengan penerbangan komersial. Sebab, itu sudah menjadi policy Gus Dur. Pejabat Bank Indonesia yang biasa naik kelas satu dan mendapat tempat tidur dalam penerbangan ke Paris untuk mengemis dana bantuan, kini harus belajar tidur sambil duduk dan manggut-manggut, seperti yang sering dilakukan orang biasa di pesawat, di kereta api, atau di bus kota. Jadi, mengapa tidak?

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836788536



Kolom 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.