Jawa Timur 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Momen

SURABAYA
Melarung Ogoh-ogoh dalam Lumpur

MEMPERINGATI tujuh tahun tragedi semburan lumpur Lapindo, Rabu pekan lalu, ratusan warga korban menggelar unjuk rasa. Mereka membawa ogoh-ogoh setinggi dua meter. Diiringi musik patrol, ogoh-ogoh berjas kuning dan berkacamata itu diusung beramai-ramai, lantas dilarung ke kolam lumpur di titik 21. Mereka juga membawa poster-poster bertulisan "Aku Si Raja Bohong", "Desaku Hancur Mergo Lumpur", dan "Awas Jangan Pilih Aku".

i

SURABAYA
Melarung Ogoh-ogoh dalam Lumpur

MEMPERINGATI tujuh tahun tragedi semburan lumpur Lapindo, Rabu pekan lalu, ratusan warga korban menggelar unjuk rasa. Mereka membawa ogoh-ogoh setinggi dua meter. Diiringi musik patrol, ogoh-ogoh berjas kuning dan berkacamata itu diusung beramai-ramai, lantas dilarung ke kolam lumpur di titik 21. Mereka juga membawa poster-poster bertulisan "Aku Si Raja Bohong", "Desaku Hancur Mergo Lumpur", dan "Awas Jangan Pilih Aku".

Sehari sebelumnya, sejumlah korban Lapindo dari tiga desa di Kecamatan Pejabon mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Istana Negara, dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Mereka mendesak KPK mengusut dugaan korupsi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).

Dalam setiap aksinya di Jakarta, para korban selalu melumuri tubuh dengan lumpur. Di depan Istana, mereka menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual-beli tanah kepada warga.

David Priyasidharta, Diananta P. Sumedi

KEDIRI
Dana Jamkesmas Bobol di Kediri


KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia menghentikan alokasi anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ke Rumah Sakit Islam Al-Arafah, Kediri. Rumah sakit swasta yang banyak merawat pasien miskin itu dianggap tidak bisa mempertanggungjawabkan klaim sebesar Rp 400 juta kepada negara.

162406383595

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan pemberitahuan pemutusan nota kesepahaman diterima pemerintah setempat Rabu pekan lalu. "Itu prerogratif Kementerian," katanya Rabu pekan lalu.

Pemutusan kerja sama ini, menurut Fauzan, berawal dari ditemukannya pencairan dana Jamkesmas yang tidak dilengkapi dokumen pengeluaran pengobatan pasien alias bodong.

Yuri Andriani, verifikator Jamkesmas yang bertugas memeriksa kelengkapan dokumen klaim RS Al-Arafah, baru mengetahui keganjilan itu pertengahan tahun lalu. Pencairan itu, ujar Yuri, hanya bisa dilakukan direktur rumah sakit, ketua yayasan, dan bendahara secara kolektif.

Setelah kasus ini, rumah sakit membuat dokumen klaim susulan yang terdiri atas rincian perawatan pasien. Tapi Kementerian mencatat masih tersisa Rp 167 juta nilai klaim yang tak jelas.

Beriringan dengan itu, operasional rumah sakit tiba-tiba berhenti, diawali dengan keluarnya para tenaga medis hingga pemberhentian ratusan karyawan. Kebangkrutan diduga akibat pendapatan rumah sakit tersebut bergantung pada klaim Jamkesmas, yang mencapai 80 persen pasien.

Akibatnya, tiga rumah sakit lain di Kediri yang menjalankan program Jamkesmas tak mampu melayani pasien miskin.

Hari Tri Wasono

BANGKALAN
Modus Baru Penimbun Solar

PENIMBUNAN solar dengan memodifikasi tangki kendaraan merupakan modus baru dari tujuh temuan kasus di Bangkalan. Pelaku menambahkan masing-masing dua tandon penampung solar pada tiga mobil jenis L300 yang tertangkap.

"Tiap mobil berisi 2.000 liter," ujar Kepala Kepolisian Resor Bangkalan Ajun Komisaris Besar Endar Priantoko, Rabu pekan lalu. Hasilnya tak tanggung-tanggung: polisi menemukan 5,68 ton solar saat menangkap pelaku yang baru saja membeli solar di stasiun pengisian bahan bakar Kecamatan Blega, Bangkalan.

Menurut Endar, mungkin akan ada tersangka lain dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan menyebutkan enam tersangka hanya pesuruh yang diupah Rp 50 ribu untuk sopir dan Rp 30 ribu untuk kenek setiap kali mengisi solar di pompa bensin. Polisi sudah mengantongi identitas pemilik tiga kendaraan tersebut. Namun tersangka yang merupakan warga Dusun Karang Tanjung, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, itu belum terlacak keberadaannya.

Musthofa Bisri


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162406383595



Jawa Timur 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.