Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rekayasa wak dukun

Fajar,41, seorang dukun diciduk polresta yogyakarta. ia dituduh melarikan istri dokter gigi, tomo. pasangan dokter gigi ini kini dirundung keretakan. pasalnya, ny tomo justru kerap sambang ke tahanan besuk dukun yang konon bisa mengobati kulitnya.

i
ADA dukun menggondol gigi. Boleh jadi itu bukan cerita baru. Tapi, jika yang digondol adalah dokter gigi, nah, ini kejadian di Yogyakarta. Cerita beraroma kemenyan itu dimulai ketika Tomo sebut saja namanya begitu kecantol pada seorang dukun dari Tegal, Jawa Tengah. Menurut sejawat Tomo sesama dokter, sang dukun yang bernama Fajar, 41 tahun, itu bisa mengobati segala jenis penyakit. Tomo tertarik sebab dirinya sering dilanda kembung dan linu-linu. Singkat cerita, Fajar pun diundang ke rumahnya. Setelah komat-kamit, si dukun kemudian meremas tubuh sang dokter. Hasilnya membuat Tomo terkesiap: dari pori-porinya seperti mengalir ke luar jarum-jarum jahit yang tidak terhitung jumlahnya. Cuma, anehnya, ketika jarum itu dicabut dari tubuhnya, Tomo, 56 tahun, tidak merasakan apa-apa. Setelah itu baru ia merasa ketakutan yang dahsyat, dan tidak mau lagi ia meneruskan pengobatan. Namun, dari sinilah awalnya urusan sehingga akhirnya menjadi lebih runyam. Sebab, Wak Dukun membuat rekayasa lain ke alamat Nyonya Tomo dokter gigi berusia 46 tahun yang punya keluhan pada kulitnya. Fajar lalu beraksi. Menurut permintaan dukun ini, pengobatan harus dilakukan malam sampai subuh. Dan itu harus dilakukan di sebuah kamar khusus yang tidak boleh dimasuki orang lain, juga oleh sang suami sendiri. Sekali. Dua kali. Tak ada petunjuk kesembuhan, bahkan tambah gawat. Tiga kali. Meski masih tanpa hasil, pada malam-malam berikutnya Wak Dukun malah sering menginap di rumah pasangan dokter ini. Alasannya, biar lebih afdal. Penyakit kulit Nyonya Tomo, menurut si dukun, sudah memasuki stadium lanjut. Dan keadaan kemudian menjadi kian berkeruncingan. Sebab, selain harus berduaan di kamar khusus, eh, mereka juga sering pergi berdua. Tidak jelas apa jampi injak-injak lidah yang ditabur sang dukun, tapi Tomo bagai terkesima ditinggal istrinya bersama lima anak yang berangkat dewasa. Juga belum terungkap, ajian tiup apa yang menyirap Nyonya Tomo sampai tenang saja dibawa bergentayangan ke Bandung, Jakarta, dan Tegal. Sekembali ke Yogya, mereka bahkan sering menginap di hotel. Kejadian sejak Februari silam itu baru menyentakkan Tomo awal Mei lampau. Ia lalu melaporkannya ke Kepolisian Resor Kota Yogyakarta. Polisi kemudian menggerebek dukun dan dokter gigi ini di sebuah losmen kawasan Pasar Kembang, Yogyakarta. Ketika disergap, menurut sumber kepolisian, Nyonya Tomo tidak menampakkan rasa penyesalannya. Bahkan, dalam pemeriksaan, ia justru menentang pihak penyelidik. Cerita enak tidak enak ini sempat muncul di koran Berita Nasional, Yogyakarta. Saat ini, hanya si dukun yang ditahan, sementara sang dokter gigi boleh pulang. Cuma, ia bukan kembali ke haribaan suaminya, tapi memutuskan pisah ranjang dan bersikukuh akan tetap bersama si dukun. Bahkan, ia sering berusaha menjenguk Fajar di tahanan. ''Tentu saja ini nggak boleh. Masa sesama tersangka saling membesuk,'' kata seorang polisi kepada Marcelino Ximenes Magno dari TEMPO. Sejauh ini Tomo belum berhasil dihubungi. Sedangkan istrinya, ketika dihubungi, hanya menjawab singkat, ''Oh, maaf, ya, masalah itu dalam urusan polisi.'' ''Entah apa yang telah merusaknya sehingga begitu kebelet ia dengan dukun yang potongannya kurang meyakinkan itu,'' komentar sebuah sumber yang dekat dengan Nyonya Tomo.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836187896



Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.