Kolom Pembaca 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text
i
Pada hari Jumat, tanggal 7 Mei 1993 lalu, saya pergi ke Yogya dari Jakarta naik bus malam cepat Raya (kelas eksekutif). Bus tersebut adalah bus Raya pertama yang berangkat dari Pulogadung, pukul 16.00 WIB. Jam keberangkatan sesuai dengan yang tertera pada tiket yang saya beli sehari sebelumnya. Keadaan bus yang ber-AC, video, toilet, dan kursi yang dapat disetel itu cukup baik. Sopir yang mengemudikan bus juga mantap. Semua sesuai dengan harga tiket yang Rp 25.000. Masalahnya, saya bernasib sial. Ketika saya tiba di rumah, di Yogya, baru ketahuan kamera saya hilang. Kamera favorit saya, merek Canon AE-1, F/1,4, nomor bodi 2508536, nomor lensa 2592476, itu raib dari dalam tas, yang dalam perjalanan saya simpan di bawah tempat duduk di ujung kaki saya. Rasanya lemas sekali. Karena, selain kamera itu favorit saya, di dalamnya masih ada film negatif acara ulang tahun anak saya yang tentunya tidak bisa diulang. Selain saya, ada seorang ibu yang hampir kehilangan tas tangannya di bus itu. Ketika sebagian besar penumpang tidur pulas, dia berteriak-teriak karena tasnya digerayangi. ''Ada apa, Bu?'' tanya saya, yang bangun karena gaduh. ''Itu, orang itu mau mengambil tas saya,'' katanya sambil menunjuk orang di belakang yang cengar-cengir. Anehnya, awak bus yang kemudian tahu diam saja tanpa berbuat sesuatu. Dengan ini, saya mengimbau kepada pimpinan perusahaan bus malam Raya sebagai berikut: 1. Walaupun pada tiket tertera ketentuan bahwa barang-barang penumpang harus diawasi sendiri dan kehilangan adalah risiko sendiri, hendaknya perusahaan berkewajiban mengawasi barang- barang, baik saat bus dalam perjalanan maupun ketika penumpang turun istirahat. 2. Pada waktu bus berhenti untuk istirahat, hendaknya ada sistem pengawasan barang, misalnya dengan cara mengosongkan bus dari semua penumpang dikunci serta diawasi oleh awak bis. (Pada waktu itu tidak semua penumpang turun, pintu tidak dikunci, dan penumpang bebas naik-turun setiap saat. Pada saat seperti inilah agaknya kamera saya dicuri.) Saudara yang merasa menerima/membeli murah kamera tersebut tolong segera menghubungi saya pada alamat di bawah ini. Tidak enak kan memakai barang hasil perbuatan haram. Segala ganti rugi jual-beli yang berkaitan dengan kamera tersebut akan saya ganti plus ucapan terima kasih. Ok? IR. KUSMONO KUSNO Jakarta, telepon: (021) 4897707 Yogya, telepon: (0274) 86178

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161833143125



Kolom Pembaca 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.