Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dia setor muka

Eka yang mengaku kowad ditangkap polisi. gara-gara ia yang baru pertama kali ke padang, dilaporkan 2 pemuda yang mengantarnya. ternyata pistol yang dibawa hanya mainan. eka selamat sampai dialamat diantar polisi.

i
DINI hari, dua anak muda jalanan yang nyalang itu lintang-pukang masuk kantor polisi. "Ada wanita mengaku Kowad berpistol, Pak. Kami akan ditembak. Dia masih di depan gedung BCA," ujar mereka terengah-engah. Wajahnya pucat. Kapten Pol. Slamet Sophandi, Kasatserse Polresta Padang, yang masih di markasnya, memerintahkan anak buahnya mengejar wanita tadi. Jarak BCA (Bank Central Asia) dari kantor polisi sekitar 1 km. Dalam sekejap beberapa anggota reserse dengan mobil patroli tiba dan mengepung gedung BCA di Jalan Haji Agus Salim, Padang. Tapi yang dikejar tak kelihatan. Ternyata dia sudah berada di sebelah BCA, yakni kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pengepungan polisi kian rapat. Mereka merangkak, dan ada yang dengan senjata terkokang. Anehnya, wanita itu tahu bahwa dia dikepung. Tapi ia tenang, bahkan sampai tangannya ditangkap. Ketika digeledah, di pinggangnya ditemukan sepucuk pistol. Begitu digenggam, seorang petugas langsung meledak tawanya. Sebab, senjata itu hanyalah pistol-pistolan. Dan si cewek ikut pula tersipu-sipu. Ger-geran berlanjut di kantor polisi. Dua pemuda pelapor yang membonceng polisi menyergap "Kowad" itu malu, seraya berusaha menyembunyikan wajah pucatnya. Malam awal Mei lalu itu, Eka, 17 tahun, tiba di Padang dari Padangsidempuan, Sumatera Utara. Ia baru pertama kali menginjakkan kaki di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini. Yang ada di tangannya hanya alamat familinya di Jalan Agus Salim. Cukup lama dia tertegun di atas bis NPM yang ditumpanginya, meski bis itu sudah lama parkir di terminal Lintas Andalas. Kota sepi. Malam larut menimbulkan rasa takut dalam diri Eka. Dari jendela bis dilihatnya beberapa anak muda berkeliaran. Ketakutan memuncak di benaknya. Terbayang beberapa kasus perkosaan beramai-ramai yang sering dimuat koran. Pandangan cewek manis yang berkulit kuning dan berambut sebahu ini lalu tertumbuk pada sebuah benda hitam di bawah kursi di sampingnya. Benda itu dipungutnya. Itu pistol mainan yang mungkin tercecer oleh anak penumpang lain. Merasa sudah mendapat "jimat", Eka turun bis dan keluar dari terminal. Begitu melangkah di Jalan Pemuda, dua anak muda segera mendekatinya. Mereka menawarkan diri untuk mengantar Eka ke alamat yang dicari. Eka menurut. Sampai di depan gedung BCA, ada sesuatu yang berubah. Eka merasakan ada tangan jail singgah di pinggulnya. Ia melarangnya baik-baik. Tapi suhu malahan kian naik, mungkin mereka menyangka cewek ini tentu wanita P. Merasa terdesak, Eka segera bergerak. "Jangan macam-macam, saya ini Kowad," katanya membentak, sembari mengacungkan pistol, mirip Dee Dee McCall, pasangan Hunter dalam serial TVRI. Tokcer. Si anak muda usil itu kocar-kacir. Dan malam itu juga Eka selamat diantar polisi ke alamat yang dicari. Sedangkan anak-anak muda itu, mudah-mudahan mereka jera -- apalagi sudah salah hitung sampai setor muka sendiri kepada polisi.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161833378155



Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.