Hukum 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Untung Selangit Rugi Sebumi

Suku adat Moi di Sorong, Papua Barat, mengklaim tak menerima manfaat dari perkebunan kelapa sawit. Terancam kehilangan mata pencarian.

i Ketua Dewan Adat Moi Kabupaten Sorong Mathius Yempolo (kaos merah putih) dan istri Sarcih Ulima (kaow putih) beserta anak, menantu, dan cucunya di kediamannya, Maladofok, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 28 September 2021/TEMPO/Linda Trianita
Ketua Dewan Adat Moi Kabupaten Sorong Mathius Yempolo (kaos merah putih) dan istri Sarcih Ulima (kaow putih) beserta anak, menantu, dan cucunya di kediamannya, Maladofok, Kabupaten Sorong, Papua Barat, 28 September 2021. TEMPO/Linda Trianita
  • Masyarakat adat Moi di Sorong masih menggantungkan hidup dari hutan. .
  • Trauma dengan kehadiran perusahaan kebun kepala sawit.
  • Merasa terancam oleh Undang-Undang Cipta Kerja. .

KEDATANGAN dua pegawai Pemerintah Kabupaten Sorong di Papua Barat membetot perhatian Oktovina Malagilik, 37 tahun, dan Agustinus Malagilik alias Gusti, 7 tahun, Maret 2020. Kedua pria itu sedang menginspeksi keberadaan tanah ulayat marga Malagilik dari suku Moi di Distrik Klamono yang diklaim sebagai lahan perkebunan kelapa sawit PT Sorong Agro Sawitindo.

“Mama, kenapa dua kakak tadi ke sini?”

“Mereka tanya tanah kita masuk pe

...

Reporter Linda Trianita


Undang-Undang Cipta Kerja Perkebunan sawit Konflik di lahan sawit Masyarakat Adat Papua Barat Papua Kabupaten Sorong

Hukum 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.