Ekonomi dan Bisnis 1/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Indonesia pasar potensial

Sampai kini, sektor periklanan belum terbuka untuk investasi asing. tapi dentsu, young & rubicam siap-siap menunggu peluang.

i
BISNIS periklanan seperti mendapat aliran darah segar ketika televisi swasta dengan program iklan dibolehkan beroperasi secara nasional di Indonesia. Seakan ingin menyongsong boom iklan itulah, Shinzo Ueno, bos Dentsu, Young & Rubicam (DYR), datang ke Jakarta pekan lalu. Perusahaan ini didirikan pada 1 Februari 1981 sebagai buah kerja sama dua perusahaan periklanan besar, yakni Dentsu dari Jepang dan Young & Rubicam dari Amerika. DYR melayani wilayah Asia Pasifik, Dentsu beroperasi di seluruh dunia, sedangkan Young & Rubicam di Amerika dan Eropa. Menurut Ueno, DYR telah beroperasi di 13 negara dengan 25 kantor dan aset senilai US$ 1 miliar. Senin sore pekan silam, Ueno-san, didampingi mitranya di sini, Henry Saputra dan Hendra Soetanto direktur pelaksana dan direktur keuangan dari Metro Advertising menerima Juwarno dari TEMPO untuk sebuah wawancara. Petikannya: Dapatkah Anda menggambarkan bagaimana iklim persaingan dunia iklan, khususnya di Asia? (Ueno) Kompetisi itu sangat ketat. Di beberapa negara, kompetisi sedang marak. Yang perlu diperhatikan, industri ini relatif masih muda, kendati sudah cukup banyak biro iklan internasional beroperasi di kawasan Asia. Dentsu, Young & Rubicam (DYR) berdiri pada tahun 1981 dan menghadapi persaingan dengan biro iklan internasional lainnya. Mereka terus-menerus meningkatkan kemampuannya, sehingga sebagai kompetitor, mereka sangatlah kuat. Bagaimana kiat DYR memenangkan persaingan itu? (Ueno) Pertama-tama, kami menjalankan strategi pemasaran yang tepat dan kreatif. Tanpa kedua hal itu, kami tidak akan berhasil. Selain itu, harus diperhatikan bagaimana agar tetap survive dan bagaimana agar dapat tumbuh. Yanq kita perlukan adalah bakat (talent) yang tepat di bidang ini. Sumber daya manusia yang berbakat adalah modal utama. Maka, kami merasa perlu melakukan expansive education training program terhadap seluruh jajaran manajemen. Itu pun belum cukup bagi kami, sehingga kami harus melatih karyawan, manajer senior, bahkan termasuk di dalamnya manajer puncak. Bagaimana hubungan Metro Advertising dengan DYR? (Henry Saputra) Sebagaimana Anda ketahui, bisnis periklanan termasuk dalam daftar negatif investasi. Maka, Metro hanya bisa menjalin hubungan afiliasi dengan DYR, yang sudah berlangsung sejak lima tahun lalu. Selama ini kami menangani klien DYR untuk Indonesia, seperti Kentucky Fried Chicken, Dupont, dan Pioneer. Tentu saja kami berharap dapat melayani lebih banyak klien di masa datang. Bagaimana dengan pembayaran royalti atau komisi? (Henry) Tidak ada royalti ataupun komisi. Inilah yang unik dalam hubungan kami. Semata-mata bergantung pada bagaimana kami mampu menjaga klien DYR di Indonesia. Bagaimana kami melayani mereka dengan membuat program pemasarannya di sini. Itulah tujuan hubungan kami. Apa yang Metro peroleh dan sebaliknya? (Henry) Bagi kami, kami dapat mengikuti progam pelatihan yang dilakukan DYR. Orang-orang kami memperoleh tambahan kemampuan. Dan yang kami lakukan adalah itu tadi, melayani klien DYR di sini. Mengapa Anda dan DYR tertarik masuk ke Indonesia? (Ueno) Saya sudah terlibat dalam bisnis ini sejak sekitar 12 tahun yang lalu. Selama ini, saya tinggal dan berbasis di Tokyo. Saya sudah melakukan perjalanan ke berbagai negara. Dan baru sekaranglah Indonesia saya kunjungi. Saya ingin melihat pasar dan makin memperkuat hubungan dengan agen kami dan orang- orang di industri periklanan. Tidak saya mungkiri Indonesia adalah negara yang memiliki pasar sangat potensial dan menarik. (Henry) Tujuan jangka panjangnya saya rasa ialah, bila kelak Pemerintah mengizinkan penanaman modal asing di sektor periklanan, dalam pembicaraan selanjutnya tinggal membentuk usaha patungan. Bagaimana tanggapan Anda terhadap kebijaksanaan pemerintah kami? (Ueno) Saya tidak punya opini. Sejauh ini kami bisa memahami jika dunia periklanan di sini belum dibuka untuk modal asing. Untuk itu, kami melihat ke depan dengan mempererat hubungan dengan Metro, khususnya. Kami juga berharap suatu hari hubungan kami tidak sekadar afiliasi. Kami ingin dapat ikut menanamkan modal di sini. Kami ingin melakukan servis yang sama terhadap klien kami di seluruh bagian negara dan dengan kualitas yang sama. Kalaupun ada perbedaan, itu semata-mata karena perbedaan budaya setempat. Dari 13 negara, di mana kantor perwakilan Anda yang terbesar? (Ueno) Mari kita lupakan Amerika Serikat dan Jepang. Saya rasa yang menonjol adalah kantor kami di Hong Hong, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Cina. Kami masih lemah di Taiwan dan Korea karena masih baru di sana. Bagaimana ketentuan persentase kepemilikan dalam usaha patungan di negara-negara tersebut? (Ueno) Di Indonesia, kami hanya afiliasi. Di Filipina, kepemilikan kami hanya sekitar 30% karena kebijaksanaan pemerintahnya, di Hong Kong 100%, Jepang 100%, Korea sekitar 49% karena tidak boleh mayoritas, Taiwan 90%, Singapura 100%, Malaysia 70%, Thailand 100%, Australia dan Selandia Baru 90%, dan AS 100%. Dapatkah disebutkan klien internasionl Anda? Dan siapa yang terbesar? (Ueno) Klien kami antara lain Colgate, Dupont, Kraft General Food (KGF), KFC, Toyota, dan NEC. Saya rasa yang terbesar Colgate, kemudian Dupont. Mengapa DYR datang belakangan ke Indonesia? (Henry) Saya rasa tidak lebih lambat, karena DYR telah berhubungan dengan kami sejak 45 tahun lalu. Memang barangkali yang paling dahulu Ogilvy dan Lintas. (Ueno) Saya kira kami tidak terlambat, tapi kami lihat negara ini belum membuka peluang investasi bagi modal asing di bidang ini. Dan kami akan sangat menghargai kebijaksanaan lokal. Bagi kami, bukan suatu keharusan untuk menjadi yang mayoritas dalam kepemilikan nanti seandainya telah diizinkan. Kepemilikan mayoritas bukanlah yang utama. Karena, meski minoritas di Filipina dan Cina, kami bisa sukses.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836539776



Ekonomi dan Bisnis 1/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.