Ekonomi dan Bisnis 2/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Forum Inisiasi Menteri Baru

Dewan Perwakilan Rakyat memanfaatkan rapat-rapat pembahasan APBN Perubahan sebagai arena perpeloncoan bagi Chatib Basri. Baru dua asumsi disepakati.

i

Menjelang tengah malam, Selasa pekan lalu, Muhammad Chatib Basri bersiap pulang setelah mengikuti rapat yang melelahkan sejak pukul dua siang. Keluar dari ruang sidang Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan, Menteri Keuangan yang baru sepekan dilantik itu mengeluarkan sebatang rokok putih mentol dari saku jas dan menyulutnya. Kepada puluhan awak media yang mengerubunginya, ia tak mau berbicara di luar soal anggaran. "Saya mau berfokus dulu," katanya.

Pernyataan itu pula yang ia sampaikan kepada para wakil rakyat yang mencecarnya dengan beragam pertanyaan sepanjang pertemuan. "Pimpinan, saya meminta agar pembahasan berfokus untuk memutuskan asumsi makro. Jangan sampai pembahasan melebar, sehingga tidak akan selesai-selesai," ujarnya setiap kali pembahasan mulai melebar ke mana-mana.

Meski rapat dihadiri pula oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala Badan Pusat Statistik, praktis Chatib jadi bintang panggungnya. Belasan anggota Komisi yang hadir, dari 51 anggota yang terdaftar, lebih banyak mengarahkan pertanyaannya kepada Chatib.


Dalam rapat dengan agenda serupa sehari sebelumnya, beberapa anggota Dewan bahkan terang-terangan mengatakan forum itu sebagai "pengganti" uji kelayakan dan arena inisiasi bagi Pak Menteri. Datang tepat waktu, Chatib dan perwakilan pemerintah lainnya harus menunggu lebih dari setengah jam sebelum rapat dimulai pukul 10.30. Pembahasan baru kelar pukul 23.30 tanpa satu pun keputusan diambil.

162406337781

Menghadapi rupa-rupa pertanyaan dan bermacam gaya bicara wakil rakyat itu, kesabaran ekonom Universitas Indonesia tersebut benar-benar diuji. Chatib kerap terlihat mengernyitkan dahi dan melepas kacamatanya. Sesekali dia meneguk air putih saat hujan interupsi terjadi, juga ketika ada pertanyaan atau pernyataan yang bernada konfrontatif.

Anggota Komisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, misalnya, dengan tegas menantang Chatib. Jika kedatangannya ke DPR untuk mengamankan kenaikan harga bahan bakar minyak, Chatib akan berhadapan dengan partai oposisi itu. "Kalau misinya itu, kita bertarung secara politik," kata Ara—begitu politikus itu disapa. "Bapak akan berhadapan dengan saya."

Ketegangan sempat memuncak ketika rapat pada Senin itu kembali dibuka setelah skorsing sampai setelah waktu salat isya. Ara, yang baru datang, tiba-tiba menginterupsi sambil menunjukkan dokumen berisi daftar jawaban Menteri Keuangan yang sudah tersusun. Menurut dia, dokumen jawaban itu ia dapatkan dari Sekretariat DPR saat memasuki ruangan. Wakil Ketua Harry Azhar Azis dan beberapa anggota lain kontan mempertanyakan dokumen itu. "Pak Menteri, apakah benar itu jawaban resmi Anda untuk DPR?" ujar Harry.

Kejadian itu membuat para pegawai Sekretariat kelimpungan dan keluar-masuk ruangan. Chatib, yang juga terlihat bingung, kemudian bertanya kepada para anggota stafnya, yang tak kalah panik karena merasa kecolongan dengan tercecernya dokumen itu. Sesaat kemudian, Chatib menjawab, "Itu bukan jawaban resmi kami."

Sampai Selasa tengah malam, baru dua asumsi makro usulan pemerintah bisa disepakati, yakni acuan nilai tukar rupiah menjadi 9.600 per dolar Amerika Serikat dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara lima persen untuk tenor tiga bulan. Karena itu, Chatib tak tertarik menanggapi isu apa pun di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. "Anda tanya setiap hari juga tidak akan saya jawab," katanya sambil mengisap rokok mentolnya.

Y. Tomi Aryanto, Angga Sukma Wijaya


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162406337781



Ekonomi dan Bisnis 2/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.