Bahasa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kalah-Menang

Mengapa kata "menang" acap disematkan untuk laki-laki, sebaliknya perempuan selalu "kalah". Bias gender dalam berita media massa.

i Bahasa Google
Bahasa
  • Kata “kalah” dan “menang” lazimnya mesti hadir dalam sebuah lomba, persaingan, atau permainan. .
  • “Kalah” dan “menang” ternyata dipakai sebuah portal berita daring untuk menilai berita yang tak mengandung unsur permainan, persaingan, apalagi perlombaan.
  • Menang-kalah dalam portal berita itu bisa dilihat sebagai manifestasi dari hasrat subyektifikasi lingga dan obyektifikasi yoni. .

LAZIMNYA, kata “kalah” dan “menang” mesti hadir dalam sebuah lomba, persaingan, atau permainan. Dalam perebutan Piala AFF 2020, umpamanya. Kata “menang” untuk menunjukkan pihak yang menjuarai pertandingan, kata “kalah” untuk pihak yang dicundangi. Namun, dalam sebuah portal berita daring, kata “kalah” dan “menang” ternyata dipakai pula untuk menilai sejumlah berita yang sama

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Anindita S. Thayf


kolom bahasa Kesenjangan Gender

Bahasa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.