Kesenjangan Gender

  • Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi
    Wawancara

    Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi

    Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Nur Rofiah menggelar Ngaji Keadilan Gender Islam. Lewat forum dakwah yang digagasnya sejak Ramadan dua tahun lalu itu, doktor ilmu Al-Quran dan tafsir yang mengajar di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta Selatan ini memperjuangkan keadilan gender bagi perempuan. Nur berupaya membangun kesadaran tentang kemanusiaan perempuan yang setara dengan laki-laki. Dia berkenalan dengan isu keadilan gender saat masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada 1990-an. Saat itu sedang ramai isu gender dihubungkan dengan Islam di Indonesia. Ketertarikannya semakin besar setelah terjun ke dunia aktivisme dan bersinggungan dengan perempuan korban kekerasan serta perempuan kepala keluarga. Selain aktif sebagai dosen dan aktivis, Nur Rofiah turut menggagas Kongres Ulama Perempuan Indonesia pada 2017.

  • Gotong Royong Menjaring Dukungan Publik
    Laporan Khusus

    Gotong Royong Menjaring Dukungan Publik

    Para aktivis perempuan mengembangkan jejaring dan menggalang dukungan untuk mendorong pengesahan rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Sejumlah ulama perempuan membuat terobosan dengan menggelar Konferensi Ulama Perempuan Indonesia pertama pada 2017 untuk menyokong penghapusan kekerasan seksual, mempromosikan kesetaraan gender, dan mencegah pernikahan usia dini. Menggalakkan kampanye daring, para aktivis perempuan berusaha menjaring dukungan organisasi masyarakat berpengaruh, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Masih ada organisasi yang menentangnya.

  • 'Bidan-bidan' Aturan Properempuan
    Laporan Khusus

    'Bidan-bidan' Aturan Properempuan

    Organisasi nirlaba di berbagai daerah bergerilya demi legalitas aturan yang pro terhadap perempuan dan anak. Women’s Crisis Center di Jombang, Jawa Timur, mengajak komunitas perempuan dampingan mereka terlibat dalam penyusunan peraturan Bupati Jombang tentang sistem layanan terpadu yang mengakomodasi kebutuhan perempuan dan anak. Di Palu, Sulawesi Tengah, Perkumpulan Lingkar Belajar untuk Perempuan membubuhkan unsur bencana alam ke peraturan daerah tentang hak anak yang sudah lama mereka kawal. Peraturan itu adalah hasil pengamatan, pendampingan, dan advokasi perlindungan hukum yang bertahun-tahun mereka lakukan.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.