Arsip 1/1

Selanjutnya
text
i
”Sekarang Kita Tanya Golkar.” Begitu judul laporan utama TEMPO, 28 Mei 1977. Dibanding hasil yang dicapai dalam Pemilu 1971 (62,8 persen), dalam Pemilu 1977 ini (62,14 persen) Golkar mengalami sedikit penurunan sekitar 0,5 persen. Padahal jauh sebelumnya Ketua Umum DPP Golkar Amir Murtono sudah menargetkan suara yang minimal sama dengan hasil Pemilu 1971. Bagi Chris Siner Key Timu, Ketua Umum PMKRI, kemenangan Golkar tahun 1977 ini dinilai sebagai kemenangan di antara tanda kutip. Dengan fasilitas macam-macam, dengan mengerahkan hampir semua menteri dan pejabat daerah, persentase suara Golkar malah kurang dibanding tahun 1971. ”Mestinya Golkar bisa menang 100 persen,” kata Chris. Golkar memang kemudian terus dimanja kekuasaan. Sampai pada tahun 1998, bersamaan dengan tumbangnya Soeharto, sinar Golkar turut meredup hingga dikalahkan oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 1999. Sekarang, tanpa disangka-sangka, Partai Golkar memimpin perolehan suara Pemilu 2004. Beringin itu telah kembali.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162040815045



Arsip 1/1

Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.