Mereka yang Dikukuhkan sebagai Guru Besar Baru di Unair - Album - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Album 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pengukuhan Guru Besar Unair

Universitas Airlangga, Surabaya, mengukuhkan lima guru besar sementara Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mengukuhkan tiga guru besar.

i Pengukuhan Kun Ismiyatin, Seger Handoyo, Darmawan Setijanto, Dwikora, dan Hendrian Dwikoloso. unair.ac.id
Pengukuhan Kun Ismiyatin, Seger Handoyo, Darmawan Setijanto, Dwikora, dan Hendrian Dwikoloso. unair.ac.id

PENGUKUHAN

Pengukuhan Kun Ismiyatin, Seger Handoyo, Darmawan Setijanto, Dwikora, dan Hendrian Dwikoloso. unair.ac.id

Kun Ismiyatin, Seger Handoyo, Darmawan Setijanto, Dwikora, dan Hendrian Dwikoloso


MEREKA dikukuhkan sebagai guru besar dalam sidang terbuka Senat Universitas Airlangga, Surabaya, pada Rabu, 21 Oktober 2020. Dalam pengukuhan itu, Kun Ismiyatin, selaku profesor kedokteran gigi, membacakan pidato ilmiah tentang inovasi penggunaan epigallocatechin gallate (EGCG) dan laser dioda sebagai terapi antibakteri dan penyembuhan karies gigi. Seger Handoyo, yang menjadi guru besar ilmu psikologi industri dan organisasi, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kepemimpinan Merentang Batas: Sebagai Praktik Akselerasi Kinerja Perguruan Tinggi”. Darmawan Setijanto, yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kesehatan gigi masyarakat, membacakan pidato berjudul “Big Data dan Artificial Intelligence Solusi Pengembangan Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat”. Sementara itu, Dwikora, guru besar bidang kedokteran, membacakan pidato “Menuju Kemandirian Penanganan Cedera Lutut Secara Komprehensif”. Sedangkan Hendrian Dwikoloso, guru besar bidang kedokteran, menguraikan risetnya mengenai peran biomolekular dan artificial intelligence dalam mendeteksi kanker mata retinoblastoma di era normal baru.

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjkgMDY6MjQ6MjAiXQ

I Putu Sudarma

SIDANG terbuka Senat Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, mengukuhkannya sebagai guru besar bidang ilmu antropologi pada Senin, 19 Oktober 2020. I Putu Sudarma menjadi guru besar ke-12 di UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Dalam acara pengukuhan itu, dia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dinamika Ritual Ngaben Niri di Bali pada Era Globalisasi”.

Sokip. iain-tulungagung.ac.id

Sokip

IA menjadi guru besar bidang ilmu psikologi pendidikan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu, 21 Oktober 2020. Sokip membacakan pidato ilmiah bertajuk “Pemahaman Nilai-nilai Psikologis Sebagai Prediktor Kesuksesan Pendidik dalam Pembelajaran”. Menurut dia, setiap pendidik harus memahami nilai-nilai psikologis peserta didik supaya proses pendidikan bisa berjalan optimal. Sokip menjadi guru besar ke-10 di IAIN Tulungagung.

Saryono, Eko Suyono, dan Sakhidin. unsoed.ac.id

Saryono, Eko Suyono, dan Sakhidin

MEREKA menjadi guru besar Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 21 Oktober 2020. Saryono dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu dasar keperawatan, Eko Suyono sebagai guru besar bidang ilmu auditing, dan Sakhidin menjadi profesor bidang ilmu agronomi. Dalam kesempatan itu, Saryono menyampaikan pidato ilmiah bertajuk “Telenursing Sebagai Bentuk Inovasi yang Cocok dalam Sistem Pelayanan Keperawatan di Era Covid-19”. Selanjutnya, Eko membacakan pidato berjudul “Peran Audit Eksternal dalam Meningkatkan Governance Organisasi. Sedangkan Sakhidin menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Teknologi Pengelolaan Tanaman Sebagai Upaya Produksi Buah Tropis Secara Berkelanjutan”.


KUTIPAN

Tempo/Subekti

“Tidak ada yang menolak aparat keamanan kecuali kelompok kriminal bersenjata. Rakyat justru minta agar ada perlindungan yang bisa mengamankan mereka.”

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. mengungkapkan rencana pemerintah menambah aparat keamanan di Papua, Rabu, 21 Oktober 2020.

Tempo/M. Taufan Rengganis

“Rakyat Papua menginginkan pendekatan damai dan menjauhi pendekatan keamanan. Pendekatan keamanan melahirkan kekerasan dan ketidaknyamanan terhadap masyarakat.”

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Choirul Anam menyampaikan permintaan tokoh agama Papua supaya pemerintah melakukan pendekatan damai untuk menyelesaikan persoalan di Papua, Jumat, 16 Oktober 2020.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-29 06:24:21

Konflik di Papua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia | Komnas HAM Universitas Airlangga | Unair

Album 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB