Profile Erwan Hermawan

Erwan Hermawan

Menjadi jurnalis di Tempo sejak 2013. Kini bertugas di Desk investigasi majalah Tempo dan meliput isu korupsi lingkungan, pangan, hingga tambang. Fellow beberapa program liputan, termasuk Rainforest Journalism Fund dari Pulitzer Center. Lulusan IPB University.




  • Harimau, Riwayatnya Kini  
    Arsip

    Harimau, Riwayatnya Kini  

    Populasi harimau Sumatera kian mengkhawatirkan seiring dengan habitatnya yang menyempit.

  • Nenek Moyang Orang Flores
    Arsip

    Nenek Moyang Orang Flores

    Tim peneliti menemukan tengkorak manusia di Flores. 

  • Soal Amendemen UUD 1945
    Album

    Soal Amendemen UUD 1945

    Somasi Luhut Pandjaitan kepada Haris Azhar soal perusahaan tambang di Papua. Hakim Mahkamah Konstitusi tentang rencana amendemen UUD 1945 yang memungkinkan jabatan presiden tiga periode.

  • Bisnis Tommy di Berbagai Lini
    Arsip

    Bisnis Tommy di Berbagai Lini

    Bisnis Tommy Seoharto ada di semua lini. Dari transportasi, perkebunan, perminyakan, properti, hingga otomotif. 

     

  • Vonis Bebas Pencuri Ikan   
    Arsip

    Vonis Bebas Pencuri Ikan  

    Majelis hakim membebaskan nelayan Taiwan yang diduga mencuri ikan di perairan Natuna dengan alasan tak cukup bukti. Pencurian ikan sudah marak sejak zaman Orde Baru.

  • Rekat Sahabat Menuju Pemilu
    Laporan Utama

    Rekat Sahabat Menuju Pemilu

    Sejumlah calon presiden telah lama dekat dengan Jokowi. Dibantu menaikkan elektabilitas.

  •  Vaksin Campak Formula Soegeng 
    Arsip

    Vaksin Campak Formula Soegeng 

    Di zaman Orde Baru, seorang dokter asal Mojokerto, Jawa Timur, menemukan formula vaksin campak.

  • Wabah Kolera
    Arsip

    Wabah Kolera

    Selain diserang pandemi Covid, Indonesia pernah dikurung wabah kolera pada 1970-an.

  • Jalan Tambang Pemutus Harapan
    Investigasi

    Jalan Tambang Pemutus Harapan

    MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberi izin pembangunan jalan angkut batu bara di Hutan Harapan, area hutan restorasi di  Jambi dan Sumatera Selatan. Jalan ini tak hanya akan menyebabkan hilangnya kayu hutan sekunder yang besar-besar senilai lebih dari Rp 400 miliar, tapi juga mengancam keberagaman hayati dan masyarakat adat.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.