Seni



  • Dari Curaçao hingga Rockfield
    Sinema

    Dari Curaçao hingga Rockfield

    Festival film Europe on Screen yang masih digelar secara virtual menghadirkan 53 film dari 25 negara Eropa.

     

  • Ekuilibrium Rita Widagdo
    Seni

    Ekuilibrium Rita Widagdo

    Selasar Sunaryo menggelar pameran tunggal Rita Widagdo. Sebuah pameran langka dari pematung senior keturunan Jerman.

  • Muslim yang Rasional
    Buku

    Muslim yang Rasional

    Mustafa Akyol kembali meluncurkan buku penting. Kali ini ia memberi jawaban mengenai penyebab kejumudan pemikiran di kalangan umat Islam.

     

  • Sensasi-sensasi yang Mempertajam Indra
    Seni

    Sensasi-sensasi yang Mempertajam Indra

    Teknologi mendorong seni rupa mencapai praktik-praktik berkarya baru. Pameran Mediascape di Salihara menghadirkan petualangan berteknologi tinggi.

     

  • M Bloc dan Seni Digital Baru
    Seni

    M Bloc dan Seni Digital Baru

    Pertama kali digelar di Teater Salihara pada 2019, Media Art Globale 2021 akan berlangsung secara daring dan luring, di M Bloc Space, Jakarta, dan JNM Bloc, Yogyakarta. Mengusung tema kebun Indonesia.

  • Edwin dan Macan Tutul Emas Locarno
    Sinema

    Edwin dan Macan Tutul Emas Locarno

    Film laga romantis Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya sutradara Edwin meraih penghargaan film terbaik di Festival Film Internasional Locarno. Prestasi tertinggi film Indonesia.

  • Sang Pengelana dan Pedangnya
    Sinema

    Sang Pengelana dan Pedangnya

    Tiga dari lima film tentang Himura Kenshin, pengelana yang tak terkalahkan, ditayangkan di platform Netflix. Pertarungan terdahsyat di antara semua film martial art.

  • Tumurun dan Sketsa-Sketsa Sudjojono
    Seni

    Tumurun dan Sketsa-Sketsa Sudjojono

    Museum Tumurun di Solo membeli 38 sketsa almarhum S. Sudjojono mengenai penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung. Butuh pendekatan dua tahun.

  • Grafiti di Tembok Mungil
    Seni

    Grafiti di Tembok Mungil

    Museum of Toys memamerkan sekitar 300 karya dalam "Museum of Walls". Grafiti berukuran kecil.

  • Fajar Merah dan Sajak Ayahnya
    Seni

    Fajar Merah dan Sajak Ayahnya

    Fajar Merah meluncurkan album musik Dia Ingin Jadi Peluru yang melagukan larik-larik sajak yang ditulis ayahnya, Wiji Thukul. Meniupkan nyawa pada kata yang sudah berkobar-kobar.

  • Ayu, Zurich, dan Keseimbangan Batu
    Seni

    Ayu, Zurich, dan Keseimbangan Batu

    Seniman tari Ayu Permata Sari asal Lampung menyajikan karya berjudul Load di gedung Zürcher Theater Spektakel, Zurich. Semua penonton harus menunjukkan kartu sertifikat vaksin.

  • Canaletto Dipuja, Keliki (Jangan) Dilupa
    Seni

    Canaletto Dipuja, Keliki (Jangan) Dilupa

    Lukisan mini karya Canaletto yang berukuran sejengkal tangan berharga miliaran rupiah. Di Indonesia, lukisan berukuran kecil kurang diperhatikan.

  • Sosok Kecil dan Sisi Lain Revolusi
    Seni

    Sosok Kecil dan Sisi Lain Revolusi

    Empat monolog perjuangan kemerdekaan dari Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Aktornya para pemain film seperti Chicco Jerikho, Laura Basuki, Arswendi Nasution, dan Chelsea Islan.

  • Sebuah Pameran di Bedeng Sampah Plastik Cigondewah
    Seni

    Sebuah Pameran di Bedeng Sampah Plastik Cigondewah

    Perupa Tisna Sanjaya menggelar pameran lukisan di tempat sampah Cigondewah. Pameran ini  untuk menyadarkan masyarakat di wilayah kumuh itu melalui proyek seni lingkungan.

  • Beckett yang Diburu
    Sinema

    Beckett yang Diburu

    Film Beckett berkisah tentang perburuan yang memancing paranoia. Tak ada tempat yang aman, tak ada orang yang bisa dipercaya.

  • Flores Bernyanyi, Delapan Penjuru
    Seni

    Flores Bernyanyi, Delapan Penjuru

    Festival virtual "Flores the Singing Island" yang digagas musikus Ivan Nestorman menampilkan keunikan pertunjukan vokal dari delapan penjuru Flores.

  • Imajinasi Jagat Raya Marvel yang Lain
    Sinema

    Imajinasi Jagat Raya Marvel yang Lain

    Bagaimana jika sejarah para pahlawan super berubah? Bagaimana jika semesta sinematik Marvel tak berjalan seperti yang kita kenang?

  • Mitos Rusa dan Cinta Tak Biasa
    Sinema

    Mitos Rusa dan Cinta Tak Biasa

    Film pendek Dear to Me karya Monica Tedja ditayangkan dalam program Open Doors: Shorts di Festival Film Locarno tahun ini. Dear to Me berkisah tentang benturan agama, keluarga, dan identitas seksual minoritas. Dihadirkan dengan visual dan narasi yang puitis.

  • Tubuh dan Penjara Murni
    Seni

    Tubuh dan Penjara Murni

    Sebuah pameran tunggal anumerta I Gusti Ayu Kadek Murniasih (1966-2006). Menampilkan periode-periode kunci kekaryaannya. Merangkum kepedihan sekaligus perayaannya sebagai perempuan penyintas pemerkosaan ayahnya dan penderita kanker ovarium, yang merenggut nyawanya.

  • Kisah Kotaro yang Tinggal Sendiri
    Sinema

    Kisah Kotaro yang Tinggal Sendiri

    Kotaro Lives Alone menghidangkan drama keseharian Jepang dari kacamata seorang bocah 5 tahun. Diangkat dari cerita manga Kotaro wa Hitorigurashi karangan Mami Tsumura, film ini sarat adegan haru tapi jauh dari klise.

     

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.