Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Edisi 20 Mei 2018

  • The Final Countdown Mengguncang Boyolali
    Seni

    The Final Countdown Mengguncang Boyolali

    Grup rock asal Swedia, Europe, menggelar konser di Boyolali, sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Mengenang The Final Countdown.

  • Obsesi Seksual dan Ruang untuk Melenyap
    Seni

    Obsesi Seksual dan Ruang untuk Melenyap

    Sekitar 130 karya, dari lukisan sampai instalasi, dari seni video hingga kamar cermin tanpa batas, dan dokumen seni peristiwa tentang tubuh seorang perupa yang kini 89 tahun, hadir di Museum MACAN, Jakarta.

  • Misi Diplomasi PM Li
    Ekonomi dan Bisnis

    Misi Diplomasi PM Li

    Pembatasan impor jeruk mandarin membuka pintu bagi masuknya manggis ke Cina. Tiongkok mengorder 2.000 ton pada semester pertama tahun ini.

  • Jeruk Keprok dari Punten
    Ekonomi dan Bisnis

    Jeruk Keprok dari Punten

    Jeruk Batu 55 mirip jeruk asal Cina. Hasil budi daya untuk menekan ketergantungan impor.

  • Main Seruduk di Pasar Gemuk
    Ekonomi dan Bisnis

    Main Seruduk di Pasar Gemuk

    Posisi Toyota sebagai pemuncak pasar mobil keluarga mulai goyah. Menyiapkan produk generasi ketiga.

  • Ramadan Lebih Nyaman
    Etalase

    Ramadan Lebih Nyaman

    MUSLIM meyakini beribadah di bulan Ramadan lebih tinggi nilainya dari sebelas bulan lain. Itulah mengapa Ramadan selalu dinanti kedatangannya.

  • Air Kotor Jadi Siap Minum
    Inovasi

    Air Kotor Jadi Siap Minum

    Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, merancang penyaring air kotor untuk rumah dan pengungsian. Hasilnya memenuhi syarat kesehatan sebagai air minum.

  • Teror di Tempat Ibadah
    Arsip

    Teror di Tempat Ibadah

    BOM meledak di tiga gereja di Surabaya pada Ahad pekan lalu. Ledakan pada pagi hari itu menyebabkan 18 orang tewas, termasuk enam pelaku yang merupakan keluarga Dita Oepriarto, Ketua Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Surabaya.

  • 20 Tahun Setelah  Pekik ’Reformasi!’
    Laporan Khusus

    20 Tahun Setelah Pekik ’Reformasi!’

    LENGSERNYA Soeharto pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun berkuasa menandai lahirnya sebuah era: reformasi. Euforia merebak. Agenda perubahan dikumandangkan. Indonesia memasuki zaman baru yang lebih demokratis. Dua puluh tahun berlalu, reformasi juga mendatangkan sejumlah paradoks. Sebagian tuntutan yang dipekikkan mahasiswa di jalanan dan gedung parlemen pada 1998 meruap ditelan kepentingan politik.

  • Ironi Enam Tuntutan
    Laporan Khusus

    Ironi Enam Tuntutan

    DUA puluh tahun lalu, mahasiswa mengajukan enam agenda perubahan, yang kemudian dikenal sebagai ”Enam Tuntutan Reformasi”.

  • Laporan Khusus

    Laporan Khusus

    Terlacak di Surga Pajak

    DI LANTAI 9 Gedung Granadi, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, 56 tahun, mengelola kerajaan bisnisnya.

    Selengkapnya

  • Laporan Khusus

    Rivalitas Abadi Tentara-Polisi

    Setelah terpisah, TNI dan Polri kerap mempertontonkan persaingan. Tak jarang bergesekan di lapangan karena urusan kesejahteraan.

  • Laporan Khusus

    Jalan Tengah Dwifungsi

    JENDERAL Abdul Haris Nasution menyampaikan pidato berapi-api di hadapan taruna Akademi Militer Nasional di Magelang pada 1958.

  • Laporan Khusus

    Dua Dekade di Depan Istana

    Keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia pada era reformasi tak kenal lelah memperjuangkan penuntasan kasus mereka. Hanya mendapat janji-janji kosong.

  • Laporan Khusus

    Menunggu Bima Pulang Paskah

    REFORMASI sempat memunculkan gairah baru untuk mendorong penyelesaian kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia berat di masa lalu.

  • Laporan Khusus

    Penumpang Gelap Kebebasan Pers

    Puluhan ribu situs media abal-abal mendompleng kebebasan pers di era reformasi. Menyebarkan berita bohong lewat media sosial.

  • Laporan Khusus

    Tak Lagi di Puncak

    Mereka yang berjaya di masa Orde Baru tak lagi terlihat jejaknya di daftar atas Forbes World’s Billionaires 2018.

  • Laporan Khusus

    Masa Kelam Pemberitaan

    KENDATI sudah 23 tahun berlalu, Eko Maryadi masih tak bisa melupakan peristiwa kelam itu.

    Selengkapnya

  • Laporan Khusus

    Superbody Tersandung Korupsi

    Superbody Tersandung Korupsi

    Reformasi melahirkan sejumlah lembaga baru. Ada yang digerogoti kasus korupsi dan dipreteli kewenangannya.

  • Laporan Khusus

    Otonomi, Inefisiensi, dan Korupsi

    Otonomi, Inefisiensi, dan Korupsi

    PILIHAN atas desentralisasi dan otonomi daerah, sebagai satu dari "Enam Tuntutan Reformasi", membawa cara baru dalam menyelenggarakan pemerintahan.

  • Laporan Khusus

    Dari Jalanan ke Gedung Dewan

    Dari Jalanan ke Gedung Dewan

    SERANGKAIAN unjuk rasa mahasiswa pada awal 1998 membuat Soeharto menyadari kepemimpinannya tak lagi dikehendaki.




  • Jalur Legislasi Aktivis
    Laporan Khusus

    Jalur Legislasi Aktivis

    Pada periode pertamanya sebagai anggota parlemen, Budiman Sudjatmiko lebih banyak berkeliling dari satu desa ke desa lain.

  • Warisan Aparat Masuk Desa
    Laporan Khusus

    Warisan Aparat Masuk Desa

    ORDE Baru meninggalkan warisan yang dipertahankan hingga hari ini. Di antaranya koperasi unit desa, transmigrasi, sekolah inpres, dan keluarga berencana. Dulu program tersebut dianggap berhasil. Kini pelaksanaannya tak lagi semarak. Sebagian program dijalankan dengan bantuan tentara.

  • Desa Transmigran yang Bertahan
    Laporan Khusus

    Desa Transmigran yang Bertahan

    Pemerintah Orde Baru mengembangkan sejumlah program untuk membangun desa dan daerah di luar Pulau Jawa. Program dipertahankan meski rezim berganti.

  • Kembang-Kempis SD Inpres
    Laporan Khusus

    Kembang-Kempis SD Inpres

    Soeharto membangun puluhan ribu sekolah dasar inpres sejak 1973. Jumlahnya menurun drastis akibat beragam persoalan.

  • Yang Lolos dari Malaise
    Laporan Khusus

    Yang Lolos dari Malaise

    KRISIS moneter yang menerpa Indonesia pada 1997 hingga awal era reformasi mengubah peta sektor keuangan. Bank-bank kolaps. Sebagian digabungkan agar bertahan dari malaise. Konglomerat yang terpuruk setengah mati bangkit lagi. Sebagian dari nama lama tetap ada di daftar pemilik harta terbanyak. Taipan baru bermunculan.

  • Perbankan Remuk Redam
    Laporan Khusus

    Perbankan Remuk Redam

    Gebyar BCA mendadak hilang dari layar kaca pada pertengahan Mei 1998. Padahal sudah hampir setahun program hiburan yang menyajikan kuis hingga konser musik itu rutin hadir tiap malam Minggu di stasiun televisi Indosiar.

  • Tuankah Tuhan?
    Bahasa

    Tuankah Tuhan?

    Sebuah pertanyaan menjelanak ke sebuah grup percakapan. Benarkah kata Tuhan berasal dari kata tuan dengan penambahan h? Senyap, pertanyaan itu tak beroleh jawaban.

  • Bendera Palestina Berkibar di Cannes
    Film

    Bendera Palestina Berkibar di Cannes

    Untuk pertama kalinya Palestina ikut Festival Film Cannes di bawah otoritas pemerintah Palestina. Beberapa filmnya mendapat penghargaan bergengsi.

  • Di Tengah Keroyokan Autoimun
    Kesehatan

    Di Tengah Keroyokan Autoimun

    Sebagian orang bisa menyandang beberapa jenis autoimun sekaligus. Dipengaruhi oleh genetik, di antaranya dipicu oleh lingkungan.

  • Asa Baru Musang Pemalu
    Ilmu dan Teknologi

    Asa Baru Musang Pemalu

    Foto dari kamera perangkap membuktikan masih ada musang Sulawesi yang diduga punah. Juga hidup di luar kawasan taman nasional.

  • Membangun Industri Berbasis Ekspor
    Ekonomi dan Bisnis

    Membangun Industri Berbasis Ekspor

    Pelemahan rupiah cenderung membebani perekonomian nasional. Ekspor nasional yang didominasi minyak dan gas, batu bara, serta komoditas primer seperti sawit dan karet lebih diuntungkan saat harga minyak dunia naik ketimbang ketika rupiah melemah.

  • Najib di Tubir Jurang 1MDB
    Internasional

    Najib di Tubir Jurang 1MDB

    Polisi dan Komisi Antikorupsi Malaysia menyelidiki dugaan keterlibatan Najib Razak dalam korupsi 1MDB. Prioritas utama pemerintah Mahathir.

  • Tujuh Pekan Berdarah di Gaza
    Internasional

    Tujuh Pekan Berdarah di Gaza

    Ribuan warga Palestina di Gaza berunjuk rasa selama tujuh pekan berturut-turut. Lebih dari seratus nyawa melayang di tangan serdadu Israel.

  • Tiga Menggoyang Afganistan
    Internasional

    Tiga Menggoyang Afganistan

    ISIS, Taliban, dan Al-Qaidah berebut pengaruh di Afganistan. Rencana pemilihan umum bisa gagal.

  • Jika Saya Diktator, Rakyat Tak Pilih Saya Lagi
    Wawancara

    Jika Saya Diktator, Rakyat Tak Pilih Saya Lagi

    SETELAH mundur dari jabatan Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad ingin pensiun dari karier pemerintahan.

  • Ashanty: Lulus Memuaskan
    Pokok dan Tokoh

    Ashanty: Lulus Memuaskan

    ASHANTY Siddik Hasnoputro punya gelar baru: master ilmu bisnis. Per bulan lalu, ia lulus program strata dua di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

  • Eddie Marzuki Nalapraya: Lukisan Kaligrafi
    Pokok dan Tokoh

    Eddie Marzuki Nalapraya: Lukisan Kaligrafi

    Eddie Marzuki Nalapraya mendapat kenang-kenangan dari mantan mahasiswa yang pernah ia tahan.

  • Ahmad Basarah: Menembus Markas Tentara
    Pokok dan Tokoh

    Ahmad Basarah: Menembus Markas Tentara

    Ahmad Basarah, 49 tahun, tak pernah melupakan pengalamannya menembus Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di era Orde Baru.

  • Melawan Teror dengan Teror
    Opini

    Melawan Teror dengan Teror

    BETAPAPUN dalam luka yang diakibatkan teror bom dalam dua pekan terakhir, peristiwa itu hendaknya ditanggapi dengan kepala dingin.

  • Reformasi dan Ironinya
    Opini

    Reformasi dan Ironinya

    Banyak pekerjaan yang belum tuntas setelah dua dekade reformasi. Perlu pembaruan semangat.

  • Menjauhkan Bui dari Opini
    Opini

    Menjauhkan Bui dari Opini

    Penangkapan warga yang berkomentar negatif di media sosial berlebihan. Kebebasan berekspresi terancam.

  • Diplomasi Jeruk Mandarin
    Opini

    Diplomasi Jeruk Mandarin

    Perdana Menteri Cina Li Keqiang melobi Jakarta agar mengimpor lagi jeruk mandarin. Perlu transparansi.

  • Konser Sel Tidur dari Jawa Timur
    Laporan Utama

    Konser Sel Tidur dari Jawa Timur

    Teror bom di Surabaya diyakini terinspirasi oleh penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil. Para pelakunya merupakan sel-sel pendukung ISIS yang sulit dideteksi polisi. Merencanakan serangan terhadap event internasional, mereka mempercepat aksinya di Jawa Timur.

  • Pemberontak di Unit Nomor 2
    Laporan Utama

    Pemberontak di Unit Nomor 2

    Keluarga pengebom Surabaya terhubung lewat "pengajian". Memaksa anak-anaknya menjadi teroris.

  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
    Laporan Utama

    Akuarium Jemaah Pendukung Daulah

    Kepolisian dan BNPT kesulitan mengawasi pelaku teror dan jaringannya. Teroris memanfaatkan game online untuk berkomunikasi.

  • Poros Teror Suriah-Surabaya
    Laporan Utama

    Poros Teror Suriah-Surabaya

    Kelompok teroris di Indonesia saat ini berkiblat ke ISIS setelah berpaling dari Al-Qaidah. Di antara 530 orang yang kembali dari Suriah, sebagian berasal dari Surabaya.

  • Revisi Pesanan Jokowi
    Laporan Utama

    Revisi Pesanan Jokowi

    Seusai peristiwa teror bom Surabaya, Presiden Joko Widodo mendesak pembahasan revisi Undang-Undang Antiterorisme dipercepat. Masih ada pasal kontroversial.

  • Catatan Pinggir

    Chairil Anwar tak akan meledakkan diri dengan bom untuk ke surga.

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda belum Login/Register. Dapatkan

    5 artikel gratis setelah Register.