Penny Lukito

  • Otak-Atik Setelah Vaksin Ditolak
    Laporan Utama

    Otak-Atik Setelah Vaksin Ditolak

    Dukungan untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan muncul dari berbagai kalangan. Ada rencana memereteli kewenangan BPOM.

  • Riset Gaib dari California
    Laporan Utama

    Riset Gaib dari California

    Dinyatakan tak lolos uji klinis, penelitian vaksin Nusantara yang digagas Terawan Agus Putranto terus berjalan meski menggunakan nama lain. Tentara Nasional Indonesia disebut-sebut terbelah menyikapi polemik vaksin Nusantara. Di Amerika Serikat, penelitian ini ditengarai juga bermasalah. Penelusuran Tempo menunjukkan sejumlah klaim Aivita, perusahaan pengembang metode dendritik, tak sesuai dengan kenyataan.

  • Terganjal Fatwa dari Proklamasi
    Laporan Utama

    Terganjal Fatwa dari Proklamasi

    Upaya pemerintah agar Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa halal vaksin AstraZeneca tak berhasil. Di tengah upaya lobi, pengurus MUI disebut meminta posisi komisaris badan usaha milik negara. Pemerintah pun menggandeng organisasi keagamaan di daerah untuk mendukung kehalalan vaksin. Berkejaran dengan waktu kedaluwarsa, pemerintah memetakan daerah yang lebih terbuka menerima vaksin AstraZeneca.

  • Titik Nol Ramuan Terawan
    Laporan Utama

    Titik Nol Ramuan Terawan

    Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan berbagai kejanggalan penelitian vaksin Nusantara. Harus memulai uji klinis dari awal.

  • Vaksin AstraZeneca Tidak Mengandung Babi
    Wawancara

    Vaksin AstraZeneca Tidak Mengandung Babi

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menyatakan vaksin AstraZeneca haram karena diduga memanfaatkan enzim tripsin yang berasal dari babi dalam proses pengembangbiakan virus corona. Fatwa itu berbeda dengan keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan enzim tripsin sudah hilang dalam tahap pembuatan vaksin sehingga BPOM menganggap produk akhir vaksin AstraZeneca tidak mengandung babi. Menurut Penny, pemerintah memang sudah memiliki vaksin halal, Sinovac, tapi jumlahnya tak cukup untuk menciptakan herd immunity sehingga pemerintah harus menggunakan berbagai vaksin, termasuk AstraZeneca.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.