Aung San Suu Kyi

  • Menggalang Dukungan Dunia
    Internasional

    Menggalang Dukungan Dunia

    Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar terus menggalang dukungan dunia. Aktif dalam pertemuan daring dengan parlemen berbagai negara.

  • Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN
    Wawancara

    Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN

    Dari tempat persembunyiannya, Dokter Sasa menjalankan tugas diplomasinya untuk pemerintah terpilih Myanmar. Menjabat sebagai Menteri Kerja Sama Internasional dan Juru Bicara Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar, ia berpindah dari satu forum diskusi ke forum diskusi lain untuk menggalang dukungan dari komunitas internasional. NUG adalah pemerintah tandingan bentukan koalisi masyarakat sipil prodemokrasi dan anggota parlemen terpilih yang disingkirkan junta militer melalui kudeta 1 Februari lalu. Sasa berkorespondensi dengan para pejabat dan politikus Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, hingga Jepang, tapi belum bisa berkomunikasi dengan ASEAN. Sasa mendesak ASEAN berperan lebih besar dalam penyelesaian krisis di Myanmar, antara lain dengan segera menunjuk utusan khusus untuk memediasi perundingan antara NUG dan junta militer pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing. Ia mengkritik lima poin konsensus hasil KTT ASEAN yang penerapannya nihil di lapangan.

  • Gerilya Politik Pemerintah Tandingan
    Internasional

    Gerilya Politik Pemerintah Tandingan

    Pemerintah tandingan di Myanmar terus menggalang dukungan politik dan publik untuk melawan junta militer. Mulai membentuk pasukan yang didukung berbagai milisi etnis.

  • Perlawanan Kabinet Bayangan
    Internasional

    Perlawanan Kabinet Bayangan

    Para politikus sipil berkolaborasi dengan kelompok etnis minoritas membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional Myanmar. Ancaman baru bagi junta militer.

  • Ini Bukan Kudeta Militer Biasa
    Wawancara

    Ini Bukan Kudeta Militer Biasa

    Sejak kudeta militer meletus di Myanmar, Pemimpin Redaksi Myanmar Now Swe Win semakin intensif berkomunikasi dengan para jurnalisnya di lapangan. Meski tinggal di tempat persembunyian di Australia sejak tahun lalu, ia tetap menjalankan perannya dalam memimpin awak redaksi memberitakan setiap peristiwa yang terjadi di Myanmar. Swe Win mengatakan gelagat kudeta militer sebenarnya telah tercium sebelum pemilihan umum pada November 2020. Saat itu, junta militer melancarkan beberapa manuver politik untuk mendiskreditkan hasil pemilu. Hanya dalam satu hari, militer menggulingkan pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi dan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Myanmar didera krisis setelah kudeta militer memantik protes nasional dan aksi pembangkangan sipil di berbagai daerah. Puluhan korban tewas akibat bentrok dengan aparat keamanan. Ratusan demonstran, aktivis, hingga jurnalis ditangkap dan dipenjarakan.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.