Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Saya Bukan Tukang Sulap

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mewarisi seabrek persoalan di maskapai pelat merah itu. Selain bermanuver untuk menyelamatkan bisnis perusahaan akibat sepinya penumpang di tengah pandemi Covid-19, Irfan mesti membereskan kontrak sewa 12 unit pesawat Bombardier CRJ1000 yang bermasalah. Ia mengalami langsung alotnya negosiasi dengan perusahaan pemberi sewa, Nordic Aviation Capital. Irfan juga memimpin Garuda sebagai maskapai utama dalam pendistribusian vaksin Covid-19 di Tanah Air. Berbekal pengalaman menjadi pemimpin di berbagai perusahaan, Irfan berupaya memulihkan citra Garuda Indonesia sebagai maskapai bonafide.

i Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra  di Kantor Garuda Indonesia, Kebun Sirih, Jakarta, Rabu (10/2/2021). TEMPO/Tony Hartawan
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Kantor Garuda Indonesia, Kebun Sirih, Jakarta, Rabu (10/2/2021). TEMPO/Tony Hartawan
  • Garuda Indonesia menghentikan kontrak sewa 12 unit pesawat Bombardier CRJ1000. .
  • Selain spesifikasi pesawat tak cocok, kondisi keuangan Garuda tak memungkinkan untuk melanjutkan pembayaran sewa.
  • Pandemi Covid-19 membuat Garuda Indonesia menambah penerbangan kargo. .

DI tengah upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dihadapkan pada persoalan lain. Negosiasi alot dengan perusahaan Nordic Aviation Capital untuk menghentikan kontrak sewa 12 unit Bombardier CRJ1000 NextGen membuatnya mengambil keputusan tegas. “Kami grounded dan kembalikan pesawatnya. Saya putuskan secara sepihak. See you in court (kita selesaikan di pengadilan),” kata

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=162770236292


Covid-19 PT Garuda Indonesia

Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.