Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Mereka Tak Mau Mendengar Suara Saya

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyoroti penelitian tim Universitas Airlangga dengan Badan Intelijen Negara dan TNI Angkatan Darat yang mengklaim telah menemukan kombinasi obat yang berpotensi menjadi obat Covid-19 pertama di dunia. Menurut Pandu, proses dan laporan uji klinis obat racikan itu tidak transparan dan melewati prosedur yang tidak lazim. Ia juga menilai sederet kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo belum efektif mengatasi pagebluk. Apalagi Indonesia masih belum melewati gelombang pertama pandemi. Pandu kerap mendapat teror karena bersuara lantang.

i Epidemiolog Pandu Riono di rumahnya, Kamis (20 Agustus 2020). Ratnawisesa
Epidemiolog Pandu Riono di rumahnya, Kamis (20 Agustus 2020). Ratnawisesa
  • Pandu Riono mengkritik proses dan laporan uji klinis kombinasi obat tim peneliti Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan BIN dan TNI Angkatan Darat. .
  • Menurut Pandu, kurva pandemi Covid-19 akan terus menanjak selama rasio tes-lacak-isolasi dan perilaku 3M masyarakat masih rendah.
  • Meski mendapat teror berupa peretasan dan doxing, Pandu Riono menyatakan akan terus mengkritik kerja pemerintah dalam menangani wabah Covid-19. .

PANDU Riono menjadi target serangan di dunia maya karena lantang mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Akun Twitter milik ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) itu sempat diretas pada Rabu, 19 Agustus lalu. Pandu menganggap serangan itu sebagai distraksi isu, dari penanganan pandemi yang belum berhasil dialihkan ke dia yang dianggap menyuarakan koreksi. “Selalu ada peringatan agar m

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163196869829


Covid-19 Jokowi Universitas Indonesia | UI

Wawancara 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.