Seni 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tubuh yang Kehilangan Eksistensi

Komunitas Payung Hitam menyuguhkan pentas daring bertajuk Urab Lamron. Menafsirkan respons tubuh atas "normal baru" di masa pandemi.

i Mohammad Wail Irsyad dalam pentas teater bertajuk Urab Lamron 1 yang dipentaskan secara daring. Dok. Rahman Sabur
Mohammad Wail Irsyad dalam pentas teater bertajuk Urab Lamron 1 yang dipentaskan secara daring. Dok. Rahman Sabur
  • Pentas teater oleh Komunitas Payung Hitam arahan sutradara Rahman Sabur .
  • Pentas teater yang menafsirkan respons tubuh atas normal baru di masa pandemi.
  • Pertunjukan secara daring. .

SANGAT mungkin watak peradaban manusia bagaikan batu Sisyphus, yang pada setiap titik puncaknya akan kembali menggelinding ke dasar lembah persoalan baru. Sementara Sisyphus sepenuhnya sadar bahwa dia digariskan untuk menantang kehadiran dirinya dalam bekukan hukum besi para dewa, peradaban manusia masa kini berhadapan dengan realitas bahwa semua produk dari kemutakhiran dan kecanggihan teknologi biomedis yang pernah dianggap sebagai momentum pen

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Halim HD


Seniman Teater Pentas Seni

Seni 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.