Seni 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Fajar Merah dan Sajak Ayahnya

Fajar Merah meluncurkan album musik Dia Ingin Jadi Peluru yang melagukan larik-larik sajak yang ditulis ayahnya, Wiji Thukul. Meniupkan nyawa pada kata yang sudah berkobar-kobar.

i Penampilan Fajar Merah  di Lokananta Kota Solo pada 17 Januari 2020. TEMPO/Dinda Leo
Penampilan Fajar Merah di Lokananta Kota Solo pada 17 Januari 2020. TEMPO/Dinda Leo
  • Bagaimana Fajar Merah menafsirkan sajak-sajak ayahnya, Wiji Thukul, ke dalam musik? .
  • Sajak hampa dengan hanya gitar dan piano.

SEHARUSNYA Fajar Merah merayakan ulang tahun ke-58 ayahnya pada hari itu, 26 Agustus lalu. Namun, kita tahu, Wiji Thukul—sang bapak—tak pernah kembali sejak sekitar seperempat abad lalu. Raib tanpa berita. Yang tertinggal untuk dikenang oleh Fajar, kini 27 tahun, adalah sajak-sajak terserak dari si penyair.

Pada hari yang seharusnya menjadi peringatan sukacita itu, Fajar mengemas hadiah berupa album musik. Puisi-puisi Wiji menjelma l

...

Reporter Moyang Kasih Dewi Merdeka - profile - https://majalah.tempo.co/profile/moyang-kasih-dewi-merdeka?moyang-kasih-dewi-merdeka=163212455293


Sajak Musikalisasi Puisi Album Musik puisi Fajar Merah Musik Wiji Thukul

Seni 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.