Selingan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sang Manyar dalam Layar

KISAH hidup Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Romo Mangun difilmkan dalam bentuk dokumenter drama. Sebab, tak banyak footage tentang pastor kelahiran Ambarawa, Kabupaten Semarang, 1929, yang dikenal sebagai aktivis, arsitek, novelis, sekaligus kolumnis yang produktif tersebut. Selama sekitar 90 menit, film arahan Sergius Sutanto ini menggabungkan fragmen penting dalam kehidupan Romo Mangun, dari jejak arsitektur dan perlawanannya di Kali Code, Yogyakarta, hingga perjuangannya membela warga dalam pembangunan Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah, juga kilas balik keterlibatannya sebagai anggota Tentara Pelajar dan Tentara Keamanan Rakyat. Sejumlah peristiwa traumatis saat menjadi tentara disebut sebagai alasan Romo Mangun begitu gigih memperjuangkan kemanusiaan. Tempo melaporkan dari Yogyakarta.

i Balai serba guna di Kampung Code dengan gaya arsitektur rancangan Romo Mangun, 20 Desember lalu. TEMPO/Pito Agustin
Balai serba guna di Kampung Code dengan gaya arsitektur rancangan Romo Mangun, 20 Desember lalu. TEMPO/Pito Agustin

ARSITEKTUR balai serbaguna itu tampak artistik. Bangunannya berbentuk huruf A yang difungsikan menjadi pilar sekaligus pintu keluar-masuk. Pilarnya dari kayu, juga lantainya. Dindingnya dari anyaman bambu. Dulu pada pilar tertulis “Balai Serba Guna RT 01 RW 01”, tapi belakangan diganti menjadi “Paseban”, yang berarti tempat menghadapi raja atau orang berpangkat. Balai itu salah satu bangunan karya arsitek, budayawan, pasto

...

Reporter Isma Savitri - profile - https://majalah.tempo.co/profile/isma-savitri?isma-savitri=163197690085


Film

Selingan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.