Pokok dan Tokoh 5/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Peran ganda laki-laki

Gusti kanjeng ratu hemas hadir pada seminar "peran ganda laki-laki dalam rumah tangga". menurutnya pria kurang ekspresif & kurang tanggap thd hal di luar bidangnya. mitos raja punya selir kini terkikis.

i
KALAU Gusti Kanjeng Ratu Hemas, 38 tahun, bicara soal laki-laki, pasti ada yang menarik. Apalagi kalau menyangkut urusan perasaan. "Pria itu kurang ekspresif. Ungkapan perasaan hanya dinyatakan saat dorongan dalam dirinya melonjak," tutur permaisuri Raja Yogya ini dalam seminar tentang "Peran Ganda Laki-Laki dalam Rumah Tangga" di Gedung Wanita Yogya, Sabtu dua pekan lalu. Nah, kalau perasaan pria sudah melompat-lompat, biasanya dia jadi terlalu ekspresif. Akibatnya, "Banyak wanita menganggap pria tidak punya perasaan, kemesraan, atau ketersinggungan." Kata Hemas, pria kurang tanggap terhadap hal di luar bidangnya, termasuk urusan tugas rutin rumah tangga. Padahal, wanita selalu mengharap pasangannya membantu tugas-tugas di rumah. "Apakah suami Ibu juga begitu?" tanya seorang peserta seminar. Hemas tersenyum, sembari membetulkan letak kaca matanya, "Ngarso Dalem amat sibuk dengan tugas yang dipikulnya. Kalau tak sibuk, barangkali mau," tutur ibu lima putri ini. Sekali waktu, Hemas harus pergi ke Jakarta untuk urusan penting. Ia minta Sultan Hamengku Buwono X, suaminya, mengambil rapor anaknya. Ternyata, Sultan menolak. "Itu urusan saya," kata Hemas. Dan ia maklum, mengingat keberadaan suaminya sebagai raja. Namun, ia bukanlah seorang ratu yang selalu tersudut oleh kekuasaan sang raja yang punya selir, tanpa bisa protes. Mitos raja harus punya selir kini terkikis. "Nyatanya, suami saya juga tidak punya selir," kata Hemas lagi.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836769143



Pokok dan Tokoh 5/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.