Manohara Odelia: Blusukan demi Menyelamatkan Satwa - Pokok dan Tokoh - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Blusukan demi Satwa

Manohara Odelia kini banyak terlibat dalam kegiatan penyelamatan satwa. Ia pernah ikut dalam misi penyelamatan kasuari, siamang, dan lumba-lumba, hingga pelepasliaran monyet bekas topeng monyet.

i Manohara Odelia/Dok. JAAN
Manohara Odelia/Dok. JAAN

LAMA tak muncul di layar kaca, model dan artis peran Manohara Odelia memiliki kesibukan baru. Ia aktif dalam kegiatan penyelamatan satwa dan menjadi relawan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dua tahun terakhir. "Saya sejak kecil senang dengan hewan," kata Manohara, 28 tahun, saat dihubungi, Rabu, 22 Juli lalu.

Persinggungan Manohara dengan JAAN tak lepas dari peran kawannya, Ted van der Hulst, fotografer asal Belanda. Van der Hulst pernah memotret Dennis, orang utan Sumatera yang diselamatkannya bersama JAAN dari pembakaran hutan pada 2016. Lewat karyanya, dia menggalang dana untuk menolong Dennis dan orang utan lain.

Dua tahun kemudian, Manohara berkesempatan berbincang dengan Van der Hulst mengenai kepeduliannya terhadap satwa. Atas saran si fotografer, ia menjadi relawan JAAN pada 20 Juli 2018. "Kegiatan pertama saya dikirim ke Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur. Saya bertemu dengan Otan, bayi orang utan yang mau direlokasi ke pusat primata di Medan," ujar Manohara. Otan adalah korban perdagangan satwa ilegal.


Sejak itu, Manohara terlibat dalam berbagai kegiatan JAAN. Ia pernah dua kali ikut memulangkan kasuari selundupan ke Papua, menyelamatkan lumba-lumba korban eksploitasi di Bali, merelokasi siamang, hingga melepasliarkan monyet-monyet ekor panjang bekas topeng monyet. "Pelepasliaran eks topeng monyet terasa emosional bagi saya karena mereka akhirnya kembali bebas menjadi hewan liar," tuturnya.

Manohara, yang sejak 2013 menjadi vegan karena peduli terhadap pelestarian hewan, pernah melabrak atraksi sirkus keliling lumba-lumba di Medan tahun lalu. Ia dan pencinta satwa lain pun mengedukasi para penonton. Aksi mereka berbuah manis. Sejak Februari lalu, pemerintah melarang atraksi sirkus lumba-lumba keliling.

2020-08-11 14:19:12

Satwa Liar Manohara Animals, Wildlife

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.