Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Agar Separatisme Tak Jadi Angker

Kekerasan terjadi susul-menyusul di Distrik Kiwirok, Papua. Wacana penentuan nasib sendiri hendaknya tidak selalu dianggap pintu masuk kemerdekaan Papua.

i Agar Separatisme Tak Jadi Angker
Prajurit TNI dan Polri di Jayapura, Papua, 5 November 2021. ANTARA/Gusti Tanati
  • Konflik Papua memanjang dan melebar sehingga berlarut-larut. .
  • Pemerintah mesti menyudahi pendekatan keamanan dan operasi militer.
  • Jakarta tak harus selalu melihat tuntutan rakyat Papua melulu gerakan separatisme. .

KIWIROK adalah tempat di mana kekerasan datang silih berganti. Tanpa sebab yang benar-benar benderang, dua pihak saling serang. Di tangan yang pertama, parang ditebaskan ke arah tenaga kesehatan. Di tangan musuhnya, timah panas terlontar ke arah orang kecil. Di Kiwirok, Papua, perang membuktikan kebenaran pepatah lama: menang jadi arang, kalah jadi abu.

Di distrik Kabupaten Pegunungan Bintang—tak jauh dari perbatasan Papua dan Papua Nugini

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


OPM TNI Otonomi Khusus Papua Konflik di Papua Papua

Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.