Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rusak Demokrasi karena Ulah Pendengung

Di era pemerintahan Jokowi, buzzer terus mendapat panggung untuk memanipulasi opini publik. Sepak terjangnya kian mengancam demokrasi.

i Rusak Demokrasi karena Ulah Pendengung
Ilustrasi Buzzer. (foto: Istockphoto)
  • Buzzer pemerintah kian menjadi ancaman serius bagi demokrasi. .
  • Hasil penelitian LP3ES mengkonfirmasi keberadaan pendengung yang disewa oleh lingkaran elite politik.
  • Pendengung politik merajalela karena aparat hukum pun melindungi mereka. .

BUZZER kian menjadi ancaman serius bagi demokrasi yang tengah merosot di negeri ini. Memanfaatkan ruang siber yang tanpa batas, para pendengung itu merekayasa informasi serta memanipulasi opini publik demi kepentingan penguasa. Berkedok kebebasan berekspresi, mereka tak segan mengumbar fitnah untuk menyerang balik pengkritik pemerintah.

Hasil penelitian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengkonfirmasi

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Demokrasi Undang-Undang Cipta Kerja Buzzer | Influencer Undang-Undang KPK Pemilu 2019 Jokowi

Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.