Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Evaluasi Lagi Keselamatan Penerbangan

Kecelakaan Sriwijaya Air harus memicu perbaikan aspek keselamatan penerbangan. Jangan melonggarkan regulasi yang mempertaruhkan keselamatan.

i Evaluasi Lagi Keselamatan Penerbangan
Evaluasi Lagi Keselamatan Penerbangan

PEMERINTAH dan maskapai penerbangan nasional harus segera mengevaluasi standar keamanan dan keselamatan agar kecelakaan pesawat tak lagi berulang. Jatuhnya Boeing 737-500 Sriwijaya Air membuka kembali sejumlah pertanyaan mengenai keamanan penerbangan kita, terutama mengenai keseriusan maskapai dan regulator dalam mengawasi aspek keselamatan penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air dengan registrasi PK-CLC jatuh di perairan Kepulauan Seribu empat menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, menuju Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 9 Januari lalu. Badan pesawat hancur, sebanyak 50 penumpang dan 12 kru pun menjadi korban. Hingga saat ini pencarian serpihan badan pesawat, termasuk bagian-bagian kotak hitam yang berisi rekaman dan data penting, masih berjalan. Demikian pula evakuasi korban.

Meski penyebab musibah ini belum diketahui, kepercayaan dan rasa aman pengguna jasa penerbangan nasional kadung terkoyak. Sejak kecelakaan pesawat AirAsia QZ8591 pada 2014 dan Lion Air JT-610 pada 2018, sudah banyak keraguan mengenai kelaikan operasi pesawat maskapai nasional, terutama yang melayani segmen low cost carrier. Komite Nasional Keamanan Transportasi menyebutkan musibah AirAsia disebabkan oleh persoalan pada komponen kemudi pesawat. Sementara itu, kecelakaan Lion Air dipengaruhi faktor mekanis, desain pesawat, dan ketidaklengkapan informasi yang berpengaruh pada kemampuan pilot.


Karena itu, wajar jika publik curiga insiden Sriwijaya Air tak lepas dari buruknya pengawasan standar keselamatan penerbangan kita. Apalagi ada temuan dua penumpang yang namanya tidak sesuai dengan yang tercantum di manifes penerbangan. Sekali lagi, meski belum tentu terkait dengan penyebab musibah itu, kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Maskapai pun terbukti mencoba main-main dengan aturan yang berlaku.

161893463916

Walhasil, pemerintah harus kembali membenahi prosedur pengawasan operasi penerbangan. Langkah Kementerian Perhubungan memeriksa armada Boeing 737-300, Boeing 737-400, dan Boeing 737-500 yang digunakan 10 maskapai penerbangan nasional patut diapresiasi. Ini penting untuk menelisik kelaikan operasi pesawat berusia di atas 25 tahun. Meski usia pakai tidak melulu menjadi penentu kemampuan operasi pesawat, inspeksi ulang bisa mengetahui sejauh mana ketelatenan maskapai merawat armadanya.

Demi perbaikan keamanan, pemerintah juga harus membatalkan sejumlah aturan yang memperlonggar standar keselamatan penerbangan. Salah satunya Pasal 118 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menghapus kewajiban pelaporan operasi maskapai secara bulanan, yang sebelumnya diatur dalam Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009. Padahal prosedur pelaporan ini bisa menjadi salah satu instrumen pengawasan.

Aturan lain yang janggal adalah penetapan batas usia pemakaian pesawat sepanjang 20 tahun yang dihitung dari waktu pendaftaran di Indonesia, bukan waktu pertama kali pesawat keluar dari pabriknya. Aturan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 115 Tahun 2020. Dengan aturan ini, terbuka peluang masuknya pesawat berusia lebih dari 20 tahun yang mungkin sudah tidak laik dioperasikan. Kondisi bisa makin buruk jika para pengawas di lapangan main mata dengan pemilik pesawat.

Karena posisi industri penerbangan yang strategis, sudah seharusnya pemerintah dan maskapai menerapkan standar terbaik. Keamanan dan pelayanan yang prima harus menjadi prioritas, bukan semata kepentingan bisnis. Tak ada pilihan lain untuk menjaga kepercayaan kepada industri penerbangan, yang berkaitan dengan nyawa manusia.


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161893463916


Kecelakaan Pesawat PT Sriwijaya Air

Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.