maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Potret Getir Jamal, Janda Malaysia

Sabtu, 16 Januari 2021

Sutradara muda dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, Muhammad Heri Fadli, merilis film Jamal, yang menyoal problematika keluarga buruh migran. Jamal, akronim dari janda Malaysia, adalah sebutan untuk para istri yang ditinggal mati suaminya, buruh di Negeri Jiran. Ini adalah karya kedua Heri, yang sebelumnya sudah pernah menggarap film soal tenaga kerja Indonesia (TKI). Film berdurasi 14 menit itu diputar dalam Festival Film Lleida, Spanyol, awal Desember lalu. Dalam menggarap dua proyek itu, Heri melibatkan kru dan pemain yang sehari-hari terlibat proses pemberangkatan dan pengurusan TKI serta mereka yang tinggal di Dusun Aik Paek—salah satu kantong TKI di Lombok. Lewat filmnya, Heri tak hanya berbicara soal kemelaratan, tapi juga dampak psikologis bagi mereka yang ditinggalkan. Simak laporan Tempo dari Aik Paek, Lombok Tengah.

Adegan di film Jamal, karya Sutradara Muhammad Hery Fadli. Chendooll Imagination. tempo : 167480615684

"Saiq... Saiq... tuaq ke Saiq....” bocah lelaki itu berteriak. Menghambur ke perempuan beranak satu (diperankan Inaq Oja alias Sauri) yang tengah hamil tua. Dalam bahasa Sasak, yang digunakan warga asli yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, saiq artinya bibi. Adapun tuaq adalah panggilan untuk paman. Si anak yang berlari diikuti dua kawannya itu hendak mengabarkan kepada&

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Sudah berlangganan? Masuk Disini
Daftar TempoID untuk mendapatkan berita harian via email.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 22 Januari 2023

  • 15 Januari 2023

  • 8 Januari 2023

  • 1 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan