Lintas Internasional - Luar Negeri - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Luar Negeri 1/5

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

Palestina Tolak Rencana Israel

RENCANA penarikan pasukan dan warga Israel dari Jalur Gaza dan Tepi Barat disambut gembira oleh pihak Barat. Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyatakan, rencana itu adalah langkah sesungguhnya ke perdamaian di Timur Tengah. Setelah menerima Perdana Menteri Israel Ariel Sharon, Presiden Amerika Serikat George W. Bush juga mengatakan mendukung penuh rencana tersebut. Sedangkan Kofi Annan menanggapinya dengan hati-hati. "Penarikan (serdadu dan warga Israel) dari Gaza langkah pertama, tapi kita harus sepakat bahwa berikutnya (penarikan) dari Tepi Barat," kata Sekretaris Jenderal PBB itu pekan lalu.

Rencana Sharon keluar dari Gaza dan Tepi Barat akan diajukan ke Partai Likud untuk mendapat persetujuan melalui referendum bulan depan. Jika ini berhasil, Israel akan menyisakan cuma enam blok permukiman di kawasan itu—meliputi sekitar 92 ribu penduduk.


Tapi Presiden Palestina Yasser Arafat tidak menyambut rencana Sharon tersebut. Pembangunan tembok pembatas dua negara oleh Israel dan pendudukan tanah Palestina, menurut dia, adalah sumber utama masalahnya. Mestinya, jalan keluarnya, ujar Arafat, "Israel enyah dari tanah Palestina dan mengembalikan Yerusalem kepada bangsa kami."

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjUgMTE6NTk6MjYiXQ

Australia Merampok Timor

PERDANA Menteri Republik Timor Leste, Mari Alkatiri, menuduh Australia berlaku tidak adil soal eksploitasi minyak bumi di Celah Timor. Kata Alkatiri, Australia menambah lebih banyak pemasukan dari bagi hasil minyak di celah itu ketimbang menciptakan perdamaian di Timor Leste.

Alkatiri mengatakan, berdasarkan kontrak antara Timor Leste dan Australia, dari jumlah total sekitar US$ 16 miliar, negaranya akan menerima devisa sekitar US$ 5,3 miliar selama 10 tahun ke depan. Tapi, sejak 1999, menurut dia, Australia sudah memperoleh US$ 2 miliar. Angka ini melebihi komitmen biaya untuk membantu proses perdamaian di Timor Leste.

Tapi juru bicara Menteri Luar Negeri Australia menyatakan, semua perjanjian Celah Timor yang kaya minyak itu sudah mengikuti hukum internasional. Untuk menyelesaikan perselisihan, suatu komite bersama yang dibentuk parlemen Australia akan mengumpulkan lebih banyak bukti.

Bin Ladin 'Bujuk' Eropa

USAMAH bin Ladin kembali membuat berita. Kali ini berupa tawaran kepada negara-negara Eropa untuk menghentikan teror. Syaratnya, Eropa menyetop serangan terhadap muslim di seluruh dunia. Pesan yang dikemas dalam kaset itu disebarkan stasiun televisi Al-Arabiya dan Al-Jazeera, lalu dikutip media massa di seluruh dunia.

Menurut analisis Badan Intelijen Amerika (CIA), rekaman itu "mirip suara Bin Ladin." Diperkirakan kaset itu dibuat beberapa pekan lalu setelah terbunuhnya pemimpin Hamas Syekh Ahmad Yassin.

Para pemimpin Eropa tentu saja menolak tawaran seteru bebuyutan itu. "Tak ada negosiasi dengan teroris," kata Presiden Prancis Jacques Chirac. Inggris, Spanyol, dan Italia menyebut tawaran tersebut "akal-akalan licik teroris." Menteri Luar Negeri Inggris menuduh Bin Ladin berusaha memecah negara di dunia dalam memerangi terorisme.

Partai Uri Menang

JUMAT dua pekan lalu menjadi hari bersejarah bagi dunia politik Korea Selatan, setelah Partai Uri menang dalam pemilihan anggota Dewan Nasional (parlemen). Uri adalah partai Presiden Roh Moo-hyun, yang dipecat oleh Dewan Nasional Korea Selatan bulan lalu karena dituduh melanggar undang-undang pemilu dan terlibat suap. Dalam pemilihan itu, Uri meraih 152 dari 299 kursi Dewan Nasional.

Partai oposisi, Partai Raya Nasional, meraih 121 kursi, turun dari sebelumnya 133 kursi. Sedangkan Partai Buruh Demokrat cuma mendapat 10 kursi. Partai Demokrat Milenium, yang mengusulkan pemecatan Roh, cuma kebagian 9 suara. Total kursi untuk beberapa partai independen dan kecil hanya 7 kursi.

Nasib Roh sendiri akan ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi dalam dua bulan ke depan. Ia bisa dikembalikan ke kursi presiden atau mereka mengesahkan pelengserannya—sebagai Presiden Korea Selatan pertama yang dipecat parlemen.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-25 11:59:27


Luar Negeri 1/5

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB