Lingkungan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Menghadang Sawit di Hutan Adat Papua

Perempuan masyarakat adat Papua menjadi motor perlawanan terhadap perusahaan sawit yang hendak menguasai hutan adat. Posisi mereka lemah.

i Kelompok doa adat di Kampung Ampera, Distrik Mandobo, Boven Digoel, Papua/Dokumentasi Yayasan Pusaka
Kelompok doa adat di Kampung Ampera, Distrik Mandobo, Boven Digoel, Papua/Dokumentasi Yayasan Pusaka
  • Perempuan adat kerap dipinggirkan dari pengambilan keputusan atas tanah ulayat karena dianggap hanya memiliki hak pakai. .
  • Perempuan-perempuan di Boven Digoel gigih berupaya agar memiliki suara yang setara demi menjaga hutan adat tetap lestari.
  • Mereka malakukan perlawanan melalui kelompok doa dan gerakan pemasangan salib di pinggir jalan, sasi adat, dan pelarangan orang memasuki hutan adat tanpa izin. .

POLA pikir Rikaarda Maa tentang masyarakat adat berubah. Semula, ia menganggap masyarakat adat tidak berdaya untuk melawan ketika hutan adatnya dijarah perusahaan. Namun, sejak 2018, ia bertekad tidak gentar mempertahankan tanah ulayatnya. Bahkan perempuan adat suku Awyu ini membentuk kelompok doa adat untuk menyatukan semua perempuan di tempat tinggalnya di Kampung Ampera, Distrik Mandobo, Boven Digoel, Papua.

Kedatangan sejumlah perusahaan saw...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Dini Pramita


Masyarakat Adat Perkebunan sawit Papua Barat Papua

Lingkungan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.