Strategi Bisnis Transportasi dan Perhotelan di Era Normal Baru - Laporan Utama - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Utama 4/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

Protokol Pelesiran Era Baru

Dari menyiapkan protokol kesehatan hingga merumuskan model bisnis anyar, sektor transportasi dan perhotelan bersiap-siap menyongsong “era” baru. Jika tak ada penularan Covid-19 lagi, pariwisata Bali siap dibuka.

i Prajurit TNI AD berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, 27 Mei lalu. ANTARA/Aprillio Akbar
Prajurit TNI AD berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, 27 Mei lalu. ANTARA/Aprillio Akbar
  • Sejumlah moda transportasi bersiap menghadapi normal baru dengan mengetatkan protokol Covid-19.
  • Beradaptasi dengan pandemi, bisnis perhotelan melakukan inovasi dan perubahan layanan.
  • Jika tak ada aral, Bali direncanakan dibuka Juli nanti.

PEMBATASAN sosial berskala besar tak membuat Mahfud Ahyar bekerja dari rumah. Nyaris setiap hari tenaga hubungan masyarakat salah satu lembaga pemerintah itu berangkat ke kantornya yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Ada sejumlah pekerjaan yang tak bisa dikerjakan dari luar kantor.

Ia tak mengubah kebiasaannya berangkat ke kantor: menumpang bus Transjakarta dari rumahnya di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur, hingga ke Stasiun Manggarai, lalu beralih ke kereta untuk turun di Stasiun Duren Kalibata—dan sebaliknya saat pulang. Perbedaannya, “Harus pulang tepat waktu karena jam operasi transportasi umum terbatas,” kata Mahfud pada Kamis, 28 Mei lalu.

Menurut Mahfud, sejumlah protokol memang diterapkan di moda transportasi yang ia tumpangi. Tapi tetap saja penerapannya kibang-kibut, apalagi saat jam padat. “Jarak aman antarpenumpang paling susah dikontrol. Kalau padat, masih berdesakan karena tak ada petugas,” ujarnya.


Pembatasan sosial juga tak mencegah Fahmi Ridho melakukan perjalanan di tengah pandemi. Wakil direktur salah satu perusahaan konstruksi di Bontang, Kalimantan Timur, ini beberapa kali terbang dari Balikpapan ke Jakarta dan sebaliknya. Fahmi merasakan ketatnya prosedur bepergian, seperti harus melampirkan undangan pertemuan, surat tugas, serta hasil rapid test. Pemeriksaan dokumen itu memperpanjang antrean di bandar udara. “Harus sudah di bandara empat jam sebelum jadwal penerbangan,” ucapnya, Jumat, 29 Mei lalu.

Petugas Satpol PP DKI Jakarta memeriksa dokumen kesehatan dan Surat Ijin Keluar Masuk Jakarta penumpang pesawat setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 27 Mei lalu./ Protokol Pelesiran Era Baru

Menyongsong era normal baru, pemerintah melonggarkan transportasi, terutama penerbangan, sejak pertengahan Mei lalu. Kriteria penumpang pun diatur. Mereka harus dalam perjalanan dinas, tenaga medis, warga negara Indonesia repatriasi, atau orang dengan keperluan perjalanan sangat mendesak, misalnya, karena ada keluarga inti yang meninggal. Saat hendak terbang, mereka mesti memperlihatkan berbagai dokumen kepada petugas, seperti yang ditunjukkan Fahmi.

Di transportasi darat, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mengeluarkan kebijakan baru untuk melengkapi protokol kesehatan yang telah berlaku, seperti aturan wajib mengenakan masker bagi penumpang, pemeriksaan suhu tubuh, dan penerapan jaga jarak. KCI akan memasang sekat untuk mengendalikan jumlah orang di peron dan di dalam kereta. Pada protokol tambahan, penumpang dilarang berbicara di dalam kereta.

PT MRT Jakarta juga bersiap-siap membuka lagi 13 stasiun setelah pembatasan sosial dilonggarkan. Saat ini hanya ada enam stasiun yang beroperasi dengan jeda waktu keberangkatan 30 menit per kereta. “Akan lebih cepat terutama pada jam-jam sibuk,” tutur Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin.

Sejumlah simulasi telah dilakukan untuk memastikan kesiapan MRT. “Tinggal menunggu penetapan tanggal dari pemerintah,” kata Kamal. MRT berencana menambah kuota penumpang menjadi 68 orang tiap kereta dari sebelumnya 60 orang selama masa pembatasan sosial.

Tak hanya mengubah perilaku konsumen, pandemi virus corona juga mengubah model bisnis perusahaan transportasi. Perusahaan taksi Blue Bird menyediakan layanan antar kebutuhan rumah tangga hingga pengiriman barang. Menurut Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk Amelia Nasution, jasa tersebut tersedia bagi perusahaan serta individu dan dapat dipesan lewat aplikasi atau menghubungi layanan konsumen. “Kami menghadirkan inovasi yang bersifat jemput bola,” ucap Amelia.

Hantaman wabah juga mendorong pengusaha hotel berinovasi supaya bisa bertahan. Luminor Hotel dan Hotel 88 yang bernaung di bawah Waringin Hospitality Group menyediakan sejumlah paket karantina mandiri. “Disediakan bagi pemudik atau pekerja yang belum bisa langsung diterima komunitasnya,” ujar Corporate DOM Waringin Hospitality Metty Yan Harahap, Rabu, 27 Mei lalu. Paket ini diluncurkan pada hari terakhir Ramadan.

Anggota Polri dan TNI memberikan imbauan pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, 28 Mei lalu./ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Luminor dan Hotel 88 juga menyediakan paket untuk pertemuan dengan kapasitas 5-10 orang. Ke depan, paket pernikahan khusus keluarga inti pasangan pengantin akan diluncurkan. Sampai pandemi berlalu dan pariwisata kembali bergeliat, pengusaha hotel harus panjang akal agar tingkat hunian tak terus-terusan anjlok.  

Meski wabah masih menghantui, sektor perhotelan di Bali berancang-ancang setelah pemerintah memberikan sinyal akan membuka kembali kawasan wisata. Ketua Bali Hotels Association Ricky Putra mengatakan asosiasinya masih menyiapkan aturan baku bisnis perhotelan di era normal baru. Di antaranya pengaturan pola pembayaran dan pengumpulan informasi wisatawan sebelum tiba di hotel. Pembayaran sewa kamar harus dilakukan saat pemesanan. “Mengurangi pembayaran tunai,” kata Ricky.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan organisasinya akan melakukan rapat virtual dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna membahas lebih jauh soal pembukaan kembali pariwisata Bali. Rai Suryawijaya menilai Bali siap menerima turis lagi.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali sendiri masih menggodok protokol bisnis pariwisata di era normal baru. Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa mengatakan pariwisata Bali bisa dibuka secara bertahap dengan memperhitungkan tingkat penularan Covid-19 di provinsi tersebut. Jika tidak ada peningkatan, Astawa menilai, pariwisata bisa dihidupkan lagi. “Juli paling realistis dibuka,” tuturnya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan konsep “clean, healthy, and safety” untuk dijadikan standar di industri wisata dan ekonomi kreatif. “Mungkin akan ada kebijakan pemerintah membuka secara bertahap destinasi wisata ataupun industri ekonomi kreatif,” kata juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema.

Menurut Ari, pemerintah memang menyiapkan Bali sebagai kawasan wisata pertama yang dibuka. Setelahnya, Kementerian akan membuka pariwisata di daerah lain, seperti di Bintan, Batam, serta beberapa kawasan di Jawa. Ari mengatakan pembukaan kembali kawasan wisata merupakan bagian dari pemulihan ekonomi setelah pandemi. “Harus bersiap menghadapi ledakan wisatawan di 2021,” ucap Ari.

AISHA SHAIDRA, MADE ARGAWA (BALI)
2020-07-09 05:16:08

New Normal | Normal Baru Transportasi Pariwisata

Laporan Utama 4/8

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.