Laporan Khusus 5/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dari Balik Baju Hazmat

DI balik dinding rumah sakit rujukan Covid-19, ada ratusan ribu perawat yang menjaga para pasien dan membantu para dokter menyembuhkan mereka yang terinfeksi virus pneumonia ini. Mereka bertugas dalam pengap dan sesaknya baju pelindung material berbahaya (hazmat) selama 8-12 jam setiap hari, meninggalkan keluarga, hingga berisiko tertular, yang mengancam nyawa. Hingga 23 Desember 2020, sebanyak 4.294 perawat terkonfirmasi positif tertular virus corona, 159 di antaranya meninggal. Hingga kini, menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia, profesi ini belum mendapat pengakuan yang layak dan pantas.

i Perawat menggunakan hazmat bersiap untuk merawat pasien di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, 18 November 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Perawat menggunakan hazmat bersiap untuk merawat pasien di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, 18 November 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
  • Perjuangan para perawat menyembuhkan pasien seraya menjaga diri tak tertular. .
  • Tak jarang perawat harus merawat rekannya sesama perawat yang berubah status menjadi pasien.
  • Perawat rentan mengalami tekanan psikis dan moral yang menyebabkan stres. .

DARI ujung telepon, suara Rahmat Nuzuli Prayogo tertahan. “Hari ini, pukul 12.15, kami kembali berduka,” kata relawan perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Jakarta Utara, itu pada Senin, 21 Desember lalu. Ia terdiam selama hampir lima detik. Di antara napasnya yang tersengal, ia melanjutkan, “Satu dokter, satu perawat, dan satu teknisi tertular virus Covid-19.”

Gogo—panggilan Rahmat Nuzuli Prayogo

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163266453352


Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Covid-19 Virus Corona

Laporan Khusus 5/7

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.