Kriminalitas 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Cabulnya rekonstruksi

''saya harus mengikuti kemauan mereka. dalam keadaan ketakutan, mana mungkin saya melakukannya dengan sutinem,'' tutur wagiman.

i
REKONSTRUKSI peristiwa kriminal di tempat kejadian perkara (TKP), merupakan prosedur biasa di kalangan polisi. Lain lagi jika rekonstruksi itu adegan ulangan dua manusia berlainan jenis berhubungan intim, ini tentu tidak ada dalam buku acuan polisi. Terlebih lagi jika adegan tadi dipaksa dilakukan di kantor polisi. Perbuatan jorok itulah yang harus dilakukan Sutinem (bukan nama sebenarnya) dan Wagiman (juga bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah. Sutinem, 35 tahun, ibu dua anak, yang ditinggal suaminya yang meninggal. Wagiman, 37 tahun, ayah empat anak, ditinggal istrinya yang merantau. Kejadiannya Selasa tiga pekan lalu. Tapi berita perlakuan oknum yang menyimpang tadi baru tersiar beberapa hari kemudian. Rupanya, Sutinem dan Wagiman merasa malu terhadap perlakukan yang terpaksa dilakukan itu. Dan para penguber berita semula seperti segan mengungkapkannya. Borok itu baru belakangan beredar dari mulut ke mulut. Setelah itu, mulailah berita tersebut dimuat koran yang terbit di Jawa Tengah. Apalagi setelah seorang anggota DPRD dan petugas Komando Resort Militer (Koramil) menerima laporan kejadian tidak senonoh di kantor Polsek. Menurut cerita yang didapat petugas Koramil dan anggota DPRD itu, mula kejadian yang menimpa Sutinem dan Wagiman malam itu ketika sedang berasyik masyuk di rumah Karisih, tetangga mereka di Desa Jogokerten. Masyarakat di desa itu sudah mengetahui bahwa Sutinem dan Wagiman telah menjalin hubungan asmara. Tidak heran jika pada malam itu penduduk mengintai pasangan tadi ketika bertamu di rumah Karisih, tempat Wagiman biasa bertandang. Meskipun malam sudah larut, ternyata sepasang kekasih ini tidak keluar dari rumah Karisih. Masyarakat di desa santri itu merasa tidak sabar menunggu, karena Sutinem dan Wagiman lama tak keluar dari rumah itu. Akhirnya mereka menggerebeknya, lalu membawa Sutinem dan Wagiman ke balai desa. Belum usai perkaranya diputuskan oleh Kepala Desa, muncul petugas patroli dari Kepolisian Sektor (Polsek) Petanahan. Oleh petugas polisi, keduanya kemudian dibawa ke markas Polsek. Di kantor polisi inilah Wagiman dan Sutinem dipaksa mengulangi perbuatan yang dituduhkan, yakni melakukan hubungan sebadan. ''Saya harus mengikuti kemauan mereka,'' kata Wagiman kepada sumber TEMPO. Karena Wagiman harus melakukan adegan itu dengan Sutinem di hadapan tiga petugas piket pada malam itu, tentu ia mengaku tidak sanggup. ''Badan saya sakit-sakit habis dipukuli. Dan dalam keadaan ketakutan, mana mungkin saya melakukannya dengan Sutinem,'' tutur sumber itu, mengutip kembali pengakuan Wagiman. Karena itu, ''rekonstruksi cabul'' yang pertama itu gagal. Namun, para oknum tadi rupanya tidak kenal menyerah. Mereka mengembangkan akalnya dengan menyuruh Sutinem merangsangkan alat kelelakian Wagiman. Kali ini rekonstruksi gila itu berjalan mulus. Namun, duduk perkara kejadian tersebut masih belum jelas benar. Sebab, beberapa orang yang ikut menyaksikan adegan tersebut termasuk penjual bakso yang mengintip dari luar Polsek tidak ada yang berani buka mulut. Karena itu, Wakil Kepala Polisi Resor Kebumen, Mayor Polisi M.X. Soekarno, membantah ada rekonstruksi cabul di kantor Polsek itu. ''Dari pemeriksaan yang kami lakukan, tidak ada kejadian seperti yang ditulis di koran,'' katanya kepada M. Faried Cahyono dari TEMPO. Bahkan ia sudah melapor ke atasannya, bahwa berita di koran-koran itu tidak pernah terjadi. ''Mestinya kasus ini bisa lebih jelas duduk perkaranya jika Wagiman dan Sutinem bisa memberikan kesaksian,'' kata M.X. Soekarno. Sayang, sepekan setelah kejadian, Sutinem dan Wagiman lenyap dari desanya. Menurut tetangganya, mereka dibawa entah ke mana oleh beberapa orang yang tidak mereka kenal. Dan tidak diketahui di mana sekarang mereka berada. Rustam F. Mandayun

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836624719



Kriminalitas 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.