Tips Kesehatan - Kesehatan - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Kesehatan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

Pengendus Kuman Tuberkulosis

Mendeteksi penyakit tuberkulosis (TB) kini tak sesulit dulu lagi. Tak perlu mengambil dahak dan membiakkan bakteri pada dahak selama berhari-hari. Lupakan juga rontgen dada dan tes mantoux (menyuntikkan bakteri di kulit sehingga muncul benjolan) yang ribet. Cukup batuklah pada sebuah alat yang disebut Rapid Biosensor System. 10 menit kemudian, bingo! Muncullah hasil tes: apakah kita mengidap penyakit akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis atau tidak.

Biosensor ini bekerja menggunakan sensor optik yang memiliki lapisan untuk memikat bakteri biang TB. Ketika penderita batuk ke dalam tabung itu, dahaknya akan melompat ke sensor. Sensor kemudian menganalisis apakah dahak tersebut mengandung kuman TB. "Tingkat akurasinya sampai 90 persen," kata Dennis Camilleri, Presiden Direktur Rapid Biosensor System. Alat ini, kata dia, sudah dicoba di Inggris dan India. "Kita ingin membuat alat yang sederhana dan cepat," ia menambahkan.


Tapi, dokter spesialis penyakit dalam Inggris, Dr. Kate King dari Unit Perlindungan Kesehatan Peterborough, mengingatkan bahwa alat ini tak bisa sepenuhnya mengganti tes konvensional. Soalnya, ada berbagai tipe serangan TB. Salah satunya adalah TB yang menyerang organ selain paru-paru, seperti kelenjar limfa, jaringan otak, tulang punggung dan tulang sendi, serta ginjal. "Alat itu hanya membantu untuk melihat TB yang menyerang paru-paru."

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjUgMTI6NDQ6NDUiXQ

Saatnya Penisilin Pensiun

Lupakan penisilin. Itulah saran sejumlah ahli anak di University of Rochester Medical Center, Amerika Serikat. Antibiotik yang ditemukan oleh Alexander Fleming pada 1928 itu dinilai kurang cespleng untuk mengobati radang tenggorokan pada anak yang muncul akibat bakteri Streptococcus. "Sekarang," kata Dr. Janet Casey dalam jurnal Pediatrics, "ada antibiotik baru yang disebut cepahlosporins, yang sama murahnya dengan penisilin."

Untuk menguji antibiotik apa yang lebih bagus membasmi penyebab radang tenggorokan, Casey melakukan studi terhadap 7.000 anak. Hasilnya, anak yang menggunakan cepahlosporins lebih cepat sembuh ketimbang yang memakai penisilin.

Namun, temuan Casey itu ditolak Dr. George Rae, anggota Komite Penulisan Resep Asosiasi Dokter Inggris. "Berdasarkan pengalaman saya, penisilin masih efektif untuk mengobati radang tenggorokan," tuturnya, "Saya bahagia dengan cara saya mengobati seperti ini."

Penyakit Orang Kesepian

Percaya atau tidak, sahabat ternyata bisa menjadi obat pencegah penyakit jantung yang mujarab. Itu kata peneliti dari Manchester Royal Infirmary, Profesor Francis Creed. Seperti diungkap jurnal Heart, tim peneliti Creed telah meneliti 600 pasien penyakit jantung. Rupanya, orang yang terkena serangan jantung itu umumnya tak punya "orang dekat"—pacar, teman, atau saudara. "Orang yang tak punya orang dekat itu membuat stres bisa menyerang," kata Creed.

Soal stres, tim peneliti ini juga menggali informasi lebih jauh. Mereka meneliti para pasien itu selama 12 bulan untuk melihat apa saja faktor pemicu serangan jantung. Hasilnya, satu dari empat pasien umumnya lebih dulu mengalami depresi sebelum terkena serangan mematikan itu.

Tanpa teman atau keluarga, pasien penyakit jantung memang lebih mudah mengalami stres. Kondisi ini sama berisikonya dengan banyak minum alkohol, menggunakan narkotik, atau pernah terkena serangan jantung.

Penelitian ini klop dengan hasil studi University of Chicago. Menurut tim peneliti dari universitas itu, cara kerja jantung orang kesepian berbeda dengan jantung orang yang punya sahabat atau kerabat dekat.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-25 12:44:48


Kesehatan 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB