Kesehatan 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terbebas dari insulin

Sel yang memproduksi insulin di kelenjar pankreas dapat dicangkokkan. pasien terbebas dari diabetes melitus.

i
STEVEN Craig yang berusia 38 tahun itu sudah bisa sarapan pagi tanpa harus menelan insulin. Selama lebih dari tiga puluh tahun montir ini menyandang diabetes melitus. Penyakit itu sudah menjalar ke saraf, mata, dan ginjalnya. Kini ia tak lagi bergantung pada hormon yang berfungsi mengikat gula dalam darah itu. Dokter Patrick Soon-Shiong dan timnya belum lama ini mencangkok salah satu sel pankreas agar suplai insulin berjalan secara alamiah. Operasi yang dipimpin dokter ahli transplantasi di St. Vincent Medical Center, Los Angeles, AS itu dilakukan terhadap Steven Craig dengan sukses. ''Percobaan operasi ini baru merupakan tahap awal,'' ujar Soon-Shiong, yang juga direktur Islet Transplant Center di St. Vincent Medical Center. Hasil operasi dinilai spetakuler. Dosis insulin yang harus disuntikkan ke Craig dapat dikurangi sampai 80%. Kebutuhan insulin pada tahap selanjutnya tidak perlu lagi. Metode ini diterapkan dengan mengganti sel-sel pengatur kadar gula dan penghasil insulin yang sudah tak berfungsi. Sel baru itu diperoleh dari donor. Melalui operasi, suatu larutan bermuatan sel itu ditempatkan di salah satu bagian selaput perut pasien. Sel itu dimasukkan ke dalam kapsul yang sangat tipis, yang dibuat dari ekstrak rumput laut. Penempatannya diupayakan demikian rupa sehingga bebas bergerak di sekitar selaput perut. Sel baru ini dapat berfungsi normal memasok insulin ke aliran darah sesuai dengan kebutuhan. Adanya risiko penolakan tubuh terhadap benda asing sudah diantisipasi. Soon-Shiong menyiapkan formula pendatang baru itu melalui teknik isolasi penolakan. ''Lewat teknik ini keberhasilannya mencangkok di masa depan makin besar,'' kata bekas Direktur Program Pencangkokan Pankreas Universitas California (UCLA) itu. Teknik isolasi kekebalan tubuh yang merupakan salah satu kunci sukses itu dikembangkan sejak tahun 1964. Dan selama dua tahun terakhir ini Soon-Shiong dan koleganya melakukan uji coba operasi terhadap anjing. Percobaan ini membuktikan sel hasil pencangkokan itu berfungsi baik dalam waktu lama. Produksi insulin dari sel-sel yang dicangkok itu dalam waktu 24 jam meningkat tajam. Sel-sel yang dicangkokkan ke anjing itu mempunyai daya tahan 228 sampai 726 hari. Asosiasi penderita diabetes di Amerika Serikat (ADA) terkesan hati-hati menanggapi temuan itu. ''Walau percobaan itu masih perlu waktu, kami optimistis metode ini akan berhasil,'' tutur Kelly Seacesit, Direktur Komunikasi ADA, kepada Sudirman Said dari TEMPO di Washington. Sama dengan Soon-Shiong, bekas penerima beasiswa kedokteran sejak usia 17 tahun ini mengakui belum saatnya menilai temuannya. ''Terlalu dini untuk menerapkan metode ini ke masyarakat luas. Kami sedang bekerja keras untuk mengevaluasi apakah cara ini sudah benar aman dan mujarab,'' tuturnya. Walau demikian, kini sudah 21 sukarelawan yang bersedia menjalani operasi berikutnya. Dan ribuan penelepon meminta kejelasan hasil percobaan tersebut. Belum pasti berapa biaya yang dikeluarkan untuk melakukan riset ini. Yang jelas, dari Steven Craig tidak dipungut biaya. Menurut Profesor Slamet Suyono, percobaan yang dilakukan di AS itu sulit dilakukan di Indonesia (lihat juga Menyiasati Gula Masuk). Di samping biayanya mahal, diperlukan organ yang cocok. ''Biasanya diambil dari organ bayi yang meninggal,'' kata ahli diabetes di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Gatot Triyanto

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161833110727



Kesehatan 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.