Investigasi 1/4

Selanjutnya
text

Lapis-lapis Korupsi Bawang

HARGA bawang putih meroket setiap awal tahun hingga tembus Rp 50 ribu per kilogram. Wajib tanam dan sistem kuota dalam impor memicu harga komoditas subtropis ini selalu mahal di pasar. Padahal harga di negara asalnya, Cina, tak sampai Rp 10 ribu per kilogram. Dengan keuntungan mencapai Rp 8,4 triliun setahun, tata niaga bawang memicu pungutan liar di tiap tahap perizinan. Akibatnya, harga melonjak dan komoditas ini dikendalikan segelintir pengusaha pemegang kuota yang berkuasa menahan dan menggelontorkan bawang ke pasar.

i Tumpukan karung bawang putih impor dari Cina di Pasar Kramatjati, Jakarta, Kamis pekan lalu. TEMPO/Tony Hartawan
Tumpukan karung bawang putih impor dari Cina di Pasar Kramatjati, Jakarta, Kamis pekan lalu. TEMPO/Tony Hartawan
  • Sistem kuota memicu pungutan liar mendapatkan izin impor bawang putih. .
  • Swasembada bawang putih gagal karena pengusaha tak sanggup menanamnya.
  • NIlai keuntungan impor bawang Rp 8 triliun per tahun. .

MEMASUKI Februari, stok bawang putih di kios Anas Sarnil di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, menyusut. Pada 7 Februari lalu, di kios seluas 9 meter persegi itu hanya bertumpuk 100 karung. “Biasanya penuh, sekarang barang sedang kurang,” kata pedagang 52 tahun ini.

Sebelum Februari, Anas bisa menjual 15 ton bawang putih sepekan. Para importir bergantian meneleponnya menawarkan bawang putih dari Cina. “Sekarang saya menelep

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=162788743069


Impor Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Kementerian Pertanian Bawang Putih

Investigasi 1/4

Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.