Internasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rusuh Pecah di Irlandia Utara

Berita internasional dalam sepekan.

i Sisa demonstrasi dan kerusuhan di Belfast, Irlandia Utara, 7 April 2021. Reuters/Jason Cairnduff
Sisa demonstrasi dan kerusuhan di Belfast, Irlandia Utara, 7 April 2021. Reuters/Jason Cairnduff
  • Cina menjatuhkan denda hampir Rp 40 triliun kepada Alibaba. .
  • Bentrokan antara kelompok loyalis dan nasionalis pecah di Irlandia Utara.
  • Kim Jong-un memperingatkan partainya akan masa-masa sulit yang akan segera datang. .

Inggris

Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara

KEPOLISIAN Irlandia Utara meminta masyarakat tenang setelah kerusuhan pecah di berbagai daerah di Belfast, Irlandia Utara, Inggris, hingga Jumat malam, 9 April lalu. Bentrokan antara kelompok loyalis Inggris dan nasionalis Irlandia di daerah itu mengakibatkan 74 polisi cedera dalam sepekan terakhir.

"Kami meminta ketenangan di daerah tersebut dan meminta siapa pun yang memiliki pengaruh dalam komunitas, tolong gunakan pengaruh itu untuk memastikan orang-orang muda tidak terjebak dalam kriminalitas dan mereka diamankan serta jauh dari bahaya malam ini," kata Kepala Kepolisian Irlandia Utara Muir Clark, seperti dikutip BBC.

Kerusuhan terjadi akibat bentrokan antara kelompok loyalis yang ingin negeri itu tetap menjadi bagian dari Inggris dan kelompok nasionalis Irlandia yang ingin negeri itu menjadi bagian dari Republik Irlandia. Peristiwa bermula ketika polisi menyatakan tidak akan menuntut para pemimpin partai nasionalis, Sinn Fein, yang diduga melanggar pembatasan sosial Covid-19 ketika menghadiri pemakaman Bobby Storey, bekas tokoh senior Tentara Republik Irlandia (IRA). Pemakaman itu dihadiri oleh sekitar 2.000 orang. Kelompok loyalis Inggris menuding pemerintah munafik terhadap kebijakannya sendiri.


 


162092173019

 

Cina

Alibaba Didenda dalam Kasus Monopoli

REGULATOR Cina menjatuhkan denda sebesar 18 miliar yuan atau hampir Rp 40 triliun kepada Alibaba Group Holding Ltd pada Sabtu, 10 April lalu, karena melanggar aturan antimonopoli. Raksasa perdagangan elektronik itu dinilai telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar selama beberapa tahun.

Denda sebesar 4 persen dari pendapatan Alibaba di Cina pada 2019 itu dijatuhkan di tengah tekanan keras terhadap pendirinya, Jack Ma. Alibaba menyatakan menerima keputusan itu. "Alibaba tidak akan mencapai pertumbuhan kami tanpa regulasi, layanan pemerintah yang baik, serta pengawasan kritis, toleransi, dan dukungan dari semua konstituen kami. Ini sangat penting bagi perkembangan kami," demikian pernyataan perusahaan itu, seperti dikutip CNBC.

Guncangan di Alibaba bermula dari kritik Jack Ma terhadap aturan yang kurang ramah bagi pengembangan perdagangan elektronik pada Oktober tahun lalu. Setelah itu, penjualan saham perdana Ant Group, anak perusahaan Alibaba, di bursa saham Hong Kong dan Shanghai dihentikan otoritas pasar modal secara mendadak. Ini kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan terhadap bisnis Alibaba yang berujung pada penjatuhan denda.

 



Korea Utara

Kim Memperingatkan Datangnya Keadaan Sulit

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau bus double decker di Pyong Yang, Korea Utara, 25 Maret 2021. KCNA/via Reuters

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un memperingatkan partainya untuk bersiap-siap menghadapi masa-masa sulit yang segera datang. Dalam pidato di Konferensi Sekretaris Sel Partai Buruh Korea di Pyongyang pada Selasa, 6 April lalu, Kim meminta para pejabat partai untuk bertindak secara efisien untuk meringankan beban rakyat.

"Dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan di semua bidang lainnya, bahkan di situasi terburuk ketika kita harus mengatasi banyak tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, (semua) bergantung pada peran yang dimainkan oleh sel, organisasi akar rumput partai," kata Kim di hadapan 10 ribu anggota sel partai, sebagaimana dilansir kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA.

BBC menyebut bahwa situasi buruk itu mengacu pada bencana kelaparan yang melanda negeri tersebut pada 1990-an ketika pecahnya blok Uni Soviet. Hal ini menyebabkan Korea Utara kehilangan dukungan penting. Saat itu banyak orang Korea yang meninggal karena kelaparan, yang jumlahnya tak diketahui pasti, tapi diperkirakan jumlahnya sekitar 3 juta orang.

Korea Utara kini menghadapi tekanan ekonomi yang berat akibat sanksi dari berbagai negara terhadap program nuklirnya. Negeri itu juga menutup semua perbatasan, kecuali dengan Cina, karena pandemi Covid-19.


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=162092173019


Cina Inggris Raya Korea Utara

Internasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.