maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Pemkot Ambon

Pemkot Ambon Raih MI Award 2024

Kalesang Kintal Kosong jadi platform digital yang memumudah masyarakat untuk mendapatkan bibit. #InfoTempo

arsip tempo : 171877476729.

Gubernur Maluku, Murad Ismail (kiri) menyerahkan Penghargaan Maluku Innovation (MI) kepada Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena (kanan), saat Musrenban RPJPD 2025-2045 Pemerintah Provinsi Maluku, di Ambon, Rabu 17 April 2024.. tempo : 171877476729.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meraih juara I Inovasi Kalesang Kintal Kosong dalam Maluku Innovation (MI) Award Tahun 2024.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2025 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu, 17 April 2024.

Wattimena mengatakan, selama 2 tahun berturut-turut Pemkot Ambon menerima penghargaan yang sama. Pada tahun lalu, inovasi dari kota Ambon adalah Kurikulum Musik.

"Jadi memang MI Award, penilaiannya bagi inovasi yang sudah terimplementasi, dinilai dari mana latar belakang angkat inovasi sampai pada pengembangannya. Kota Ambon tahun lalu berhasil dapat MI Award lewat Kurikulum Musik," ujarnya.

Kata Wattimena, Inovasi Kalesang Kintal Kosong berawal dari gagasan untuk memanfaatkan lahan tidur di seputar rumah warga yang diubah menjadi lahan produktif.

"Kita sediakan aplikasi, lalu masyarkat punya lahan kosong dipotret dan diunggah ke aplikasi tersebut, selanjutnya diidentifikasi oleh dinas pertanian apakah bisa ditanam tanaman jenis apa, dan diberikan bibit. Dari sisi penilaian Pemprov, inovasi ini bisa untuk pengendalian inflasi di kota Ambon," katanya.

Dengan adanya Kalesang Kintal Kosong, masyarakat dapat menanam tanaman produktif yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi ataupun dijual kembali.

Ia berharap, Organisasi Perangkat Daerah terkait, bisa terus mengembangkan Inovasi Kalesang Kintal Kosong ketika dirinya tak lagi menjabat.

"Prinsipnya bukan pada siapa yang pemimpin kota, tapi bagaimana seluruh OPD dapat mengembangkan inovasi yang sudah ada, karena membangun kota ini butuh inovasi," kata Wattimena.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juni 2024

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan