maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Danone Aqua

Lebih Ramah Lingkungan denngan Galon Guna Ulang

Minggu, 30 Oktober 2022

Praktik sirkular ekonomi produk plastik terdiri dari tiga tahapan atau 3R yakni guna ulang (reuse), daur ulang (recycle) dan pemulihan (recovery). #Infotempo

Webinar - Mengkaji Pemanfaatan Kemasan Galon Guna Ulang dalam Praktik Ekonomi Circular, Selasa, 25 September 2022.. tempo : 167542218924

Sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah terbesar di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, selama 2021 jumlah sampah plastik sebanyak 11,6 juta dari total 68,5 juta ton limbah. Angka ini melonjak dibandingkan jumlah sampah pada 2017 sebanyak 6,8 juta ton.

Masalah sampah plastik tidak berhenti sampai pada timbunan yang terus menggunung. Pengumpulan sampah plastik mencapai 39 persen yang terdiri dari 31 persen sektor formal dan delapan persen sektor informal.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menjelaskan dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di laut, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan pendekatan bisnis yang komprehensif dengan tiga fokus utama yaitu, pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik, edukasi bagi konsumen untuk turut bertanggung jawab atas sampah dan inovasi atas kemasan yang digunakan, termasuk kemasan galon guna ulang.  “Saat ini, 70% bisnis Danone-AQUA merupakan produksi air minum dengan kemasan galon guna ulang yang praktiknya telah sepenuhnya sirkular,” jelas Karyanto dalam Tempo Circular Economy Awards bertajuk Mengkaji Pemanfaatan Kemasan Galon Guna Ulang dalam Praktik Ekonomi Sirkular, Selasa, 25 Oktober 2022.

Karyanto menuturkan Danone-AQUA juga menggunakan energi baru terbarukan (EBT) dalam proses produksinya. Sebanyak lima pabrik yang tersebar di Ciherang (Bogor), Klaten (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), Bali dan Makassar (Sulawesi Selatan) menggunakan panel surya. “Penerapan penggunaan energi baru terbarukan akan terus diperluas ke pabrik lainnya,” ujarnya. 

Peneliti Ekonomi Lingkungan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Bisuk Abraham Sisungkunon, mengungkapkan hasil penelitian tentang galon guna ulang yang memunculkan dampak positif kepada aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Menurutnya, berdasarkan hasil survei terhadap konsumen terkait alasan pembelian Galon Guna Ulang, sebanyak 31 persen responden memiliki alasan lebih ramah lingkungan karena dapat digunakan kembali. 

Kemudian sebanyak 20 persen responden berasalan kepraktisan, 20 persen lebih hemat, 16 persen dapat mengurangi sampah dan 13 persen karena kenyamanan.“ Temuan ini menarik karena sebagian besar motif lain tidak begitu dominan dibandingkan motif konservasi lingkungan, artinya galon guna ulang memang berkontribusi dalam membangun budaya reuse dan ramah lingkungan” kata Bisuk.

“Riset menyatakan, bahwa tanpa penggunaan galon guna ulang, 7 dari 10 konsumen akan beralih pada penggunaan kemasan sekali pakai. Dengan demikian, tentunya hal ini akan berpotensi meningkatkan timbulan sampah kemasan sekali pakai hingga 770 ribu ton per tahun. Akibatnya, emisi sampah plastik akan bertambah hingga 1,65 juta ton per tahun,” tambah Bisuk

Sejalan dengan hal tersebut, Wawan Some dari Komunitas Nol Sampah menuturkan  “Pada praktiknya, kami sudah memahami bahwa galon guna ulang memiliki kontribusi dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di lingkungan. Karena, dengan mengonsumsi air kemasan galon guna ulang, masyarakat secara tidak langsung menjalankan budaya reuse yang berdampak dalam mengurangi potensi sampah plastik. Mungkin kita sama-sama paham, bahwa sampah plastik dapat didaur ulang, namun butuh waktu dan biaya tambahan dalam proses pengumpulan dan penyortiran. Hal ini dikarenakan, industri menggunakan plastik yang berbeda saat membuat kemasan sehingga pengepul perlu memisahkan kemasan sekali pakai, label, dan juga tutupnya. Belum lagi keterbatasan titik pengumpulan, sehingga membuat sampah daur ulang yang harus diangkut berpotensi menyumbangkan emisi karbon.”

Menurut Some diperlukan peran masyarakat dan media melakukan pendampingan, edukasi dan advokasi. Perusahaan produsen yang menghasilkan kemasan juga perlu menyampaikan kepada publik peta jalan pengolahan plastik kemasan secara terbuka dan tegas.

Adapun pakar polimer Institut Teknologi Bandung, Ahmad Zainal, juga menjelaskan pentingnya galon guna ulang dalam menjaga kualitas produk sekaligus menjaga keberlanjutan, “Untuk saat ini kemasan galon guna ulang merupakan pilihan yang terbaik dibanding jenis lainnya. Harus dilihat bahwa kemasan plastik PC yang digunakan pada galon guna ulang telah melalui proses pengolahan yang tentunya memiliki standar yang ketat, sehingga keamanan penggunaanya tidak perlu diperdebatkan lagi, karena telah memenuhi standar food grade dan terlebih lagi kemasan PC merupakan kemasan yang lebih ramah lingkungan.”

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 29 Januari 2023

  • 22 Januari 2023

  • 15 Januari 2023

  • 8 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan