maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Sinar Mas Land

Upaya Menjaga Stok Pangan

Sabtu, 2 Oktober 2021

Kunci membangun pertanian Indonesia adalah dengan memberikan kesempatan kepada petani kecil untuk berkembang.

Ngobrol@Tempo - Menjaga Stok Pangan Kita, Kamis 23 September 2021.. tempo : 166459717771

Sejak tahun lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO mengingatkan setidaknya ada 27 negara terancam mengalami krisis pangan karena pandemi Covid-19. Analisis terbaru FAO dan Program Pangan Dunia (WFP) menunjukkan bahwa pandemi memperparah situasi pangan di negara-negara yang sebelumnya rentan terhadap krisis dan kelaparan. FAO dan WFP menyatakan tak ada yang kebal terhadap krisis pangan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden juga terus mengingatkan para menterinya agar fokus mencari jalan keluar untuk komoditas yang dapat tumbuh baik di Indonesia, seperti kedelai, jagung, gula dan bawang putih. Sejumlah perusahaan juga turut berpartisipasi membantu upaya pemerintah menjaga stok pangan, salah satunya adalah Sinar Mas Agribusiness and Food.

Managing Director Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Agus Purnomo menjelaskan tentang Program Mata Pencaharian Alternatif yang dilaksanakan oleh Perusahaannya bertujuan membantu ketahanan pangan di lingkup desa.

Program ini merupakan program pendampingan masyarakat di sekitar perusahaan untuk memulai mengolah lahan mereka. Agus menjelaskan sebagian besar warga bergantung pada pasokan pangan dari desa atau bahkan tempat lain yang jaraknya cukup jauh, kata Agus dalam diskusi virtual Ngobrol Tempo dengan tema 'Menjaga Stok Pangan Kita' pada Kamis, 23 September 2021.

Agus menambahkan, warga diberikan pelatihan oleh para ahli pertanian dari Perusahaan sehingga mereka bisa mulai menanam dan mengolah lahan mereka dengan bahan-bahan pangan seperti padi, sayur-mayur, rempah, perikanan, maupun peternakan. Melalui program ini warga bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka tanpa perlu biaya tinggi, bahkan sebagian dari mereka bisa menjual hasil tanam mereka ke pasar untuk penghasilan. Upaya ini sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stok pangan, khususnya di dareah terpencil.

"Program ini dilakukan selain menjaga ketahanan pangan, juga untuk menjaga kesuburan lahan masyarakat. Kami menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri. Saat ini, program Mata Pencaharian Alternatif sudah berjalan di 60 desa, yang melibatkan 1.600 petani, dan menghasilkan pendapatan antara Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta perbulan bagi warga masyarakat yang melakukannya’’, tambah Agus.

Sementara Head of Tani Academy, TaniHub Group, Deeng Sanyoto mengaku pihaknya berusaha membangun ekosistem pertanian mulai dari hulu sampai hilir, yang terbuka untuk semua petani. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani memasarkan produk pertanian sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi. Namun hambatan terbesarnya adalah 87 persen petani Indonesia tidak melek digital dan teknonolgi. Tentu, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Badan Ketahanan Pangan, Risfaheri menjelaskan sejumlah produksi pertanian tidak terganggu selama pandemi, bahkan beberapa komoditas mengalami peningkatan. "Pada awal tahun 2022, saya perkirakan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Jadi, ketersediaan pasokan kita cukup untuk memenuhi 223 juta penduduk Indonesia", jelas Risfaheri.

Pengamat Dwi Andreas Santosa, mengatakan kunci untuk membangun pertanian Indonesia saat ini adalah memberikan perhatian kepada petani kecil. Menurutnya, dukungan pemerintah kepada petani kecil masih minim. Jumlah petani kecil semakin menurun terlihat dari data yang dikeluarkan BPN bahwa luasan sawah petani menurun 1 juta hektar dari 2012-2019.

Petani Agribisnis Dedy Tri Kuncoro, menceritakan perjuangannya menjadi seorang petani. Mantan pegawai bank ini akhirnya memutuskan mencoba peruntungannya dengan sayuran organik yang saat itu belum banyak dikenal. Dedy mengawalinya dengan menjual bibit buah organik dan tak butuh waktu lama, usahanya berhasil bahkan ia kini telah memiliki beberapa toko.  

"Tapi ternyata peminatnya banyak sekali. Kemudian saya coba untuk produksi sendiri. Sampai saat ini saya sudah mempunyai beberapa toko," kata Dedy. Dedy menjelaskan alasannya memilih organik, karena agar tidak terpengaruh oleh harga pasar.

Ketahanan pangan masyarakat adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Perlu kerja sama yang baik lintas sektoral untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan stok pangan yang cukup. Pendampingan, pelatihan, pendanaan, hingga pemasaran produk pertanian perlu dilakukan secara terintegrasi, agar upaya mencapai ketahanan pangan dapat terus terlaksana.   

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022

  • 3 September 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan